JAKARTA: Sebagai negara maritim, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperkuat peran dalam mendorong tata kelola maritim global yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Hal ini disampaikan Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi dalam acara Diplomatic Lunch with Foreign Embassies bersama delapan perwakilan negara sahabat, Amerika Serikat, Aljazair, Italia, Kuwait, Serbia, Swiss, Yaman, dan Zimbabwe, yang digelar di Jakarta, Senin, 17 November 2025.
Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dan anggota aktif International Maritime Organization (IMO) sejak 1973, Indonesia terus menunjukkan peran penting dalam memajukan tata kelola maritim global.
IMO sendiri merupakan lembaga di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengkoordinasikan berbagai urusan maritim dunia.
Indonesia juga menegaskan kesiapan untuk terus mendukung penguatan keselamatan dan keamanan maritim, meningkatkan perlindungan lingkungan laut, serta menjaga kompetensi dan hak-hak fundamental pelaut.
Termasuk di dalamnya mendorong kesetaraan gender dan peningkatan inklusivitas di seluruh sektor maritim.
“Indonesia siap sepenuhnya memperkuat peran IMO serta memajukan sektor maritim global yang aman, berkelanjutan, inklusif, dan tangguh melalui komitmen yang teguh, kolaborasi efektif, dan aksi nyata,” tegas Menhub.
Dudy menyebut pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk mempererat kemitraan dan kolaborasi internasional di bidang maritim.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran para duta besar dan perwakilan negara serta dialog konstruktif yang terjalin.
“Kerja sama internasional merupakan kunci dalam menghadapi tantangan sektor maritim yang terus berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pertemuan tersebut menegaskan kembali komitmen bersama untuk memajukan sektor maritim yang lebih aman, terjamin, dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, Indonesia juga menyampaikan harapan untuk memperoleh dukungan dari negara-negara sahabat atas pencalonan kembali Indonesia sebagai Anggota Dewan IMO Kategori C untuk periode 2026-2027.
Pemilihan akan dilaksanakan pada Sidang Majelis IMO ke-34 di London.
“Kami berharap dapat terus menerima dukungan berharga bagi pencalonan Indonesia. Kami siap berkontribusi aktif, konstruktif, dan berorientasi ke masa depan dalam menghadapi tantangan global sektor maritim,” ujar Menhub.
Menhub juga mengajak seluruh negara sahabat untuk memperkuat kolaborasi internasional di bidang kemaritiman.
“Mari kita melangkah bersama menuju masa depan maritim yang lebih berkelanjutan, lebih inklusif, dan lebih berkeadilan bagi semua,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Menteri Perhubungan Suntana, Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat, serta sejumlah pejabat tinggi madya Kementerian Perhubungan.

