
KUTIM: Bantuan tunai bagi korban kebakaran di Desa Muara Bengkal Ulu dipastikan berasal dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) Kutai Timur (Kutim).
Kepastian itu disampaikan Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman saat menyerahkan bantuan langsung kepada warga yang terdampak musibah di Desa Muara Bengkal Ulu, Senin, 17 November 2025.
Di hadapan warga, ia menyampaikan rasa duka dan mengingatkan bahwa musibah merupakan ujian yang perlu dihadapi dengan ketabahan dan kebersamaan.
“Kami dari pemerintah daerah menyampaikan simpati sedalam-dalamnya. Musibah memang tidak dapat ditebak, namun menjadi pengingat bahwa kita perlu saling menopang,” ujar Ardiansyah.
Ia menuturkan bahwa uang tunai yang disalurkan merupakan hasil pengumpulan zakat ASN Kutim yang secara rutin dipotong 2,5 persen setiap bulan melalui sistem BAZNAS.
Menurutnya, mekanisme tersebut telah berjalan tertib dan menjadi sumber bantuan saat terjadi keadaan darurat.
“Dana yang diterima warga hari ini berasal dari zakat para ASN. Saya berterima kasih karena para ASN terus konsisten menunaikan kewajibannya melalui skema potong gaji,” ungkapnya.
Kutim sebelumnya juga mendapat perhatian tingkat nasional berkat penerapan digitalisasi zakat.
Berkat dukungan penuh terhadap sistem tersebut, Ardiansyah memperoleh penghargaan dari Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) sebagai Kepala Daerah Pendukung Digitalisasi Zakat.
Penghargaan itu diberikan karena daerah dinilai berhasil memperkuat transparansi dan efektivitas pengelolaan zakat.
Dengan sistem yang semakin tertata, pemerintah berharap bantuan bagi korban kebakaran di Muara Bengkal Ulu dapat menjadi penopang awal bagi warga untuk memulai pemulihan.
Pemkab Kutim bersama BAZNAS menegaskan komitmen mereka untuk memastikan zakat ASN terus tersalurkan secara tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (Adv)

