ACEH: Di tengah terputusnya jaringan telekomunikasi darat dan akses menuju sejumlah wilayah yang terdampak banjir di Sumatera dan Aceh pada akhir November 2025, Kapal Patroli Bea Cukai BC30001 menjadi salah satu titik komunikasi darurat bagi warga dan pegawai lintas instansi yang kehilangan kontak dengan keluarga.

Sejak Kamis, 27 November 2025, anjungan dan ruang tengah kapal ditata ulang agar dapat menampung puluhan orang yang mencari tempat berlindung.
Bandwidth internet kapal juga ditingkatkan untuk memastikan layanan komunikasi dasar tetap berjalan.
Sementara itu, ransum kapal dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

Koordinasi turut dilakukan dengan TNI Angkatan Laut untuk pemenuhan pasokan air tawar.
Dalam siaran pers yang diterima narasi.co, Senin, 1 Desember 2025, Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa Bea Cukai, Nirwala Dwi Heryanto, menyampaikan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan bantuan mencapai masyarakat secepat dan seaman mungkin.
“Di situasi seperti ini, yang terpenting adalah keselamatan dan terpenuhinya kebutuhan dasar warga. Kami terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar dukungan logistik benar-benar membantu meringankan beban saudara-saudara kita di daerah terdampak,” ujarnya.
Cuaca ekstrem sejak Rabu, 26 November 2025, memutus listrik, akses komunikasi, dan jalur transportasi di Langsa, Lhokseumawe, serta beberapa kabupaten lain di Sumatra.
Kondisi ini membuat ribuan warga masih membutuhkan dukungan logistik dan ruang aman sementara.
Upaya melalui jalur darat juga terus dilakukan.
Setelah menempuh jalanan yang tertutup material longsor, mobil patroli Bea Cukai Aceh berhasil menembus Pidie Jaya pada Sabtu, 29 November 2025, dan mencapai Posko Peduli Banjir Gampong Beuringen.
Tim segera menyalurkan bantuan dasar yang dihimpun dari pegawai serta melakukan pemetaan cepat kondisi jalan untuk mendukung pengiriman logistik berikutnya.
Sementara itu, penyaluran bantuan melalui laut diperkuat dengan keberangkatan Kapal Patroli BC60001 dari Tanjung Balai Karimun pada Sabtu, 29 November 2025, pukul 19.15 WIB.
Kapal membawa bantuan kebutuhan pokok, air minum, LPG, dan perlengkapan darurat. BC60001 diperkirakan tiba di Langsa setelah perjalanan sekitar 30 jam, menjadi jalur utama karena akses darat dari Medan ke Langsa masih terputus.
Pada Minggu pagi, 30 November 2025, Kapal Patroli BC30001 melaksanakan operasi Ship-to-Ship (STS) dengan KRI Sutedi Senoputro 378 untuk mempercepat distribusi bantuan.
Proses pemindahan berlangsung selama dua jam dengan melibatkan Pemerintah Kota Langsa, Satpol PP, Polres, Polairud, serta awak kedua kapal.
Sebanyak 2.000 dus mi instan dan 1.000 papan telur ayam dipindahkan untuk menjawab kebutuhan mendesak warga yang masih kesulitan memperoleh bahan makanan.
Setelah proses STS selesai, BC30001 sandar di Pelabuhan Langsa pada pukul 10.30 WIB.
Pemerintah Kota Langsa langsung mengoordinasikan penyaluran bantuan ke titik-titik terdampak.
Nirwala menegaskan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan dengan mengutamakan empati dan kolaborasi lintas instansi.
“Bencana ini mengingatkan kita untuk saling menjaga. Kami berupaya hadir sebagai bagian dari gotong royong nasional, bekerja bersama siapa pun yang ada di garis depan,” katanya.
Di tengah masa pemulihan awal yang masih berlangsung, berbagai jalur distribusi bantuan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan warga serta mendukung pemulihan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak banjir dan longsor.

