SAMARINDA: Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berhasil meraih dua penghargaan untuk kategori Perangkat Daerah melalui inovasi digital di sektor tata kelola keuangan daerah.

Penghargaan diberikan terkait aplikasi Sistem Informasi Pergeseran Anggaran Kalimantan Timur (SIGERAKaltim) dan Sistem Informasi Dokumen Evaluasi APBD Kabupaten Kota se-Kalimantan Timur (Simfoni Kaltim), dua platform yang saat ini menjadi instrumen penting dalam proses perencanaan, evaluasi, dan pergeseran anggaran pemerintah daerah.
Kepala BPKAD Kaltim, Ahmad Muzakkir, menyampaikan penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya transformasi digital yang dilakukan jajarannya dalam memperkuat tata kelola keuangan daerah.
“Alhamdulillah kami mendapat apresiasi untuk dua inovasi sekaligus, SIGERAKaltim dan Simfoni Kaltim. Keduanya kami kembangkan untuk mempermudah proses perencanaan, penganggaran, hingga evaluasi APBD dengan cara yang transparan, efektif, dan minim kesalahan,” ujar Muzakkir saat ditemui di Kantor Gubernur Kaltim, Rabu, 10 Desember 2025.
SIGERAKaltim merupakan aplikasi yang dikembangkan untuk mendukung pelaksanaan pergeseran anggaran dalam APBD secara terintegrasi, terukur, dan terdokumentasi.
Aplikasi ini membuat proses pergeseran belanja daerah menjadi lebih cepat, akurat, dan dapat dipantau secara sistematis.
Menurut Muzakkir, proses penyusunan APBD dilakukan satu tahun sebelumnya. Namun dalam perjalanannya, situasi sering berubah sehingga diperlukan penyesuaian anggaran.
“Di tengah perjalanan tahun anggaran selalu ada isu-isu baru yang harus diakomodir. SIGERAKaltim menjadi jembatan dalam mengintegrasikan kebutuhan tersebut dengan sistem nasional SIPD. Ini mengefisiensikan proses, mengurangi risiko salah angka, dan mempercepat tahapan administrasi,” jelasnya.
Beberapa contoh penerapan SIGERAKaltim di antaranya pergeseran anggaran untuk respons tanggap darurat ketika terjadi bencana alam, penambahan alokasi kegiatan ketika target sasaran lapangan meningkat hingga perubahan realokasi anggaran belanja tidak terduga (BTT) menjadi bantuan keuangan khusus ke daerah terdampak bencana.
Muzakkir menyebut penggunaan SIGERAKaltim telah membantu Pemprov Kaltim menjalankan skema realokasi yang lebih cepat, termasuk pada bantuan senilai Rp7,5 miliar untuk daerah terdampak bencana pada 2024-2025.
Sementara itu, aplikasi Simfoni Kaltim menjadi instrumen utama gubernur sebagai wakil pemerintah pusat dalam melakukan evaluasi APBD Kabupaten/Kota, baik untuk APBD murni maupun perubahan.
Aplikasi ini menghimpun seluruh dokumen yang diperlukan dalam evaluasi APBD sekitar 13-14 dokumen wajib secara online sehingga mempermudah proses verifikasi, koreksi, dan penerbitan rekomendasi evaluasi.
“Simfoni Kaltim menjembatani seluruh data dari kabupaten/kota. Kami bisa melihat mana dokumen yang lengkap dan sesuai ketentuan, lalu memprosesnya ke tahapan evaluasi berikutnya,” jelas Muzakkir.
Aplikasi ini mencakup pengelolaan dokumen evaluasi APBD, pelaporan, dan proses layanan pencairan dana hingga SP2D melalui sistem Seven Days Service (SDS).
Ke depan, BPKAD Kaltim menargetkan dua inovasi ini akan terus dimutakhirkan seiring perkembangan teknologi, termasuk mengintegrasikan fitur Artificial Intelligence (AI) untuk mempermudah analisis anggaran dan pendeteksian dini kesalahan dokumen.
“Kami tidak hanya fokus menciptakan inovasi, tetapi memastikan inovasi tersebut menjawab tantangan era digital dengan tetap akuntabel dan transparan. Target berikutnya adalah penyempurnaan sistem dengan platform AI,” tutup Muzakkir.

