SAMARINDA: Nakhoda Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) resmi berpindah, setelah Syafruddin dilantik sebagai ketua periode 2025–2030.
Syafruddin terpilih sebagai Ketua PW IKA PMII Kaltim melalui Musyawarah Wilayah (Muswil) IKA PMII Kaltim ke-5 yang digelar di Samarinda pada awal September 2025, menggantikan ketua sebelumnya Rusman Ya’qub yang telah mengakhiri masa bakti.
Dalam sambutannya usai dilantik, Syafruddin menegaskan momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal penguatan peran alumni PMII dalam pengabdian nyata kepada masyarakat.
“Pelantikan ini adalah langkah awal dari proses perjuangan IKA PMII. Sekaligus momentum untuk mengingat kembali dinamika saat kita masih aktif sebagai kader penuh perbedaan pandangan, gagasan, dan pergerakan. Apa yang kita kerjakan saat itu, hasilnya kita rasakan hari ini,” ujarnya usai pelantikan yang digelar di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Sabtu, 20 Desember 2025.
Syafruddin menekankan IKA PMII tidak boleh berhenti sebagai ruang nostalgia, melainkan harus menjadi lokomotif penggagas yang melahirkan gagasan segar bagi Kaltim dan Indonesia secara luas.
Ia mendorong konsolidasi pemikiran dan penguatan wawasan agar kehadiran organisasi benar-benar dirasakan masyarakat.
“IKA PMII harus menjadi pelopor perubahan. Kader dan alumni tidak boleh menjadi pengekor. Itu amanah pendiri PMII,” tegasnya.
Dalam konteks keberpihakan sosial, Syafruddin menegaskan komitmen untuk tetap berdiri bersama kaum miskin kota serta memperjuangkan nilai-nilai Islam Indonesia yang moderat dan berkeadilan.
Ia juga menyatakan sikap independen terhadap kekuatan ekonomi-politik yang berpotensi memonopoli kepentingan publik.
“Kita tidak boleh lupa jati diri di level apa pun kita berada. Wajib menjaga keutuhan bangsa dan berada di barisan rakyat kecil,” katanya.
Ia optimistis, dengan dukungan seluruh alumni, PW IKA PMII Kaltim periode 2025–2030 dapat menjadi teladan organisasi alumni yang konsisten menggabungkan tradisi pergerakan dengan pengabdian.

