SAMARINDA: Kepemimpinan Syafruddin di Pengurus Wilayah Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kalimantan Timur (Kaltim) periode 2025-2030 menandai babak baru peran alumni PMII, yang tidak lagi berhenti pada konsolidasi organisasi, tetapi diarahkan masuk ke sektor eksekutif, legislatif dan yudikatif.
Syafruddin, yang juga Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi PKB, menilai kehadiran alumni PMII di berbagai sektor strategis penting untuk memastikan kebijakan publik berpihak pada keadilan sosial, demokrasi dan nilai-nilai kebangsaan.
“IKA PMII harus menjadi jembatan dan fasilitator distribusi kader dan alumni di semua lini eksekutif, legislatif dan yudikatif. Ini harapan kader dan alumni PMII, dan akan kami perjuangkan,” ujar Syafruddin usai pelantikan PW IKA PMII Kaltim di Samarinda, Sabtu, 20 Desember 2025.
Menurutnya, pengalaman dan jejaring yang dimiliki alumni PMII harus dimaksimalkan melalui kerja organisasi yang terstruktur, bukan berjalan sendiri-sendiri.
Karena itu, kepengurusan PW IKA PMII Kaltim akan difokuskan pada penguatan kaderisasi lanjutan, konsolidasi gagasan, serta pemetaan dan penyaluran potensi alumni.
Sebagai legislator nasional yang duduk di Komisi XII DPR RI, Syafruddin mengaku merasakan langsung pentingnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan integritas dalam proses pengambilan keputusan negara.
Posisi tersebut, kata dia, menjadi landasan kuat mengapa IKA PMII harus aktif menyiapkan dan mendorong kader terbaiknya masuk ke ruang-ruang strategis.
“Kalau kita ingin kebijakan yang adil dan berpihak pada rakyat, maka orang-orang yang duduk di dalam sistem harus punya integritas, wawasan dan keberpihakan yang jelas. Di situlah peran alumni PMII,” tegasnya.
Ia menambahkan, penguatan peran alumni tidak hanya ditujukan untuk kepentingan politik praktis, tetapi juga untuk memastikan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah, Islam moderat, inklusif, dan rahmatan lil ‘alamin tetap hadir dalam praktik pemerintahan dan penegakan hukum.
Dalam kepemimpinannya, Syafruddin juga menekankan IKA PMII bukan sekadar wadah silaturahmi alumni, melainkan lokomotif penggagas ide dan ruang konsolidasi pemikiran yang berdampak langsung bagi masyarakat Kalimantan Timur.
“Kita ingin alumni PMII hadir sebagai solusi, sebagai penyejuk, dan sebagai perekat di tengah perbedaan. Di level apa pun mereka berada, jati diri PMII tidak boleh hilang,” ujarnya.
Ia optimistis, dengan kerja kolektif dan dukungan seluruh alumni, PW IKA PMII Kaltim periode 2025-2030 mampu melahirkan kader-kader yang siap mengabdi di berbagai sektor, sekaligus memperkuat posisi organisasi alumni sebagai mitra strategis pembangunan daerah dan nasional.

