SAMARINDA: Pemilihan Putera Puteri Pelajar Kalimantan Timur (PPPKT) 2026 mencatatkan pencapaian luar biasa dengan total 330 pendaftar yang mengikuti seleksi.
Sebanyak 35 finalis kini siap mengikuti masa karantina dan kompetisi menuju Grand Final yang dijadwalkan pada 28 Januari 2026.
Proses seleksi dimulai dengan tiga gelombang pendaftaran yang berhasil menjaring peserta yang antusias mengikuti ajang bergengsi ini.
Gelombang pertama dibuka pada 18 September hingga 17 Oktober 2025, berhasil menarik sekitar 100 pendaftar, diikuti oleh gelombang kedua pada 15 hingga 25 November 2025 yang menambah 150 peserta, dan gelombang ketiga pada 1 hingga 5 Desember 2025 yang mencatatkan lebih dari 80 pendaftar baru.
“Alhamdulillah, seluruh proses persiapan dan tahapan seleksi berjalan dengan lancar,” ucap Ketua Pelaksanaan Pemilihan PPPKT 2026 Handi Wijaya saat diwawancarai narasi.co, Jumat, 26 Desember 2025.
Setelah seleksi berkas dan wawancara, peserta yang terpilih akan mengikuti masa karantina selama empat hari tiga malam yang akan diselenggarakan di Samarinda, dengan lokasi yang akan diumumkan pada awal Januari 2026.
Sebelum memasuki karantina, peserta akan mendapatkan pembekalan daring terkait public speaking, personal branding, dan kepribadian.
Selama karantina, mereka akan mengikuti berbagai materi penting di antaranya, kepemimpinan yang akan diberikan di Kantor DPRD Kalimantan Timur, kelas table manner, beauty class, serta kunjungan ke lokasi edukatif seperti TVRI Kaltim dan IKN Nusantara.
Tantangan terbesar yang dihadapi panitia, menurut Handi Wijaya, adalah bagaimana menyampaikan pemahaman yang utuh kepada peserta yang memiliki latar belakang berbeda.
Namun, mereka tetap bersemangat untuk memastikan komunikasi yang lancar melalui grup WhatsApp resmi yang digunakan untuk mendampingi peserta.
Adapun kriteria yang paling penting dalam pemilihan peserta, Handi menjelaskan, adalah kemampuan public speaking, kepercayaan diri, potensi bakat, serta attitude dan kepribadian yang baik.
“Ajang ini tidak hanya menilai penampilan, tetapi juga karakter dan nilai kepemimpinan,” ujar Handi.
Ajang ini bertujuan untuk membentuk pelajar Kalimantan Timur yang berkarakter, berwawasan luas, peduli sosial dan lingkungan, serta siap menjadi pemimpin masa depan.
Para peserta akan mengikuti berbagai program seperti Y-SDGs Quantum Learning Program, Project Alliance, Green Action Challenge, serta Future Leaders Conference untuk mengasah keterampilan kepemimpinan dan kontribusi sosial mereka.
Selain meningkatkan kapasitas diri, pengalaman dan jejaring, peserta yang berhasil meraih juara utama berkesempatan mendapatkan grand prize berupa edutrip ke Singapura dan Malaysia.
Berbeda dengan kompetisi serupa, ajang ini menekankan pada pembinaan karakter dan kepemimpinan yang berkelanjutan, dengan memperhatikan pelestarian budaya lokal serta keterlibatan langsung dengan dunia profesional dan pemangku kebijakan.
Handi Wijaya berharap ajang ini akan memberikan dampak positif bagi peserta dan Kalimantan Timur secara keseluruhan.
“Harapan kami seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat dan daerah,” ujarnya.
Bagi pelajar yang belum sempat berpartisipasi, Handi mengajak untuk mempersiapkan diri sejak sekarang, mengembangkan kapasitas diri, dan menumbuhkan rasa kepedulian sosial yang tinggi.
“Kesempatan akan selalu terbuka di ajang-ajang berikutnya. Terus berkembang dan siapkan diri untuk menjadi pemimpin masa depan,” tutupnya.

