SAMARINDA: Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalimantan Timur (Kaltim) terus memperkuat strategi penanggulangan narkotika secara berkelanjutan melalui program Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak (ANANDA).
Program ini dirancang sebagai pendekatan komprehensif yang menyentuh seluruh aspek, mulai dari pencegahan hingga penguatan ketahanan masyarakat hingga ke lingkungan sekolah.
Kepala BNNP Kaltim, Brigjen Pol Rudi Hartono, menuturkan program ANANDA menjadi jawaban atas kompleksitas ancaman narkotika yang tidak bisa ditangani hanya dengan pendekatan penegakan hukum semata.
“Program ANANDA kami rancang untuk menjawab persoalan narkotika secara menyeluruh, tidak parsial. Mulai dari pencegahan, pemulihan, hingga pemberdayaan dan penguatan ketahanan masyarakat,” jelasnya, dalam Rilis Akhir Tahun BNNP Kaltim yang digelar di Kantor BNNP Kaltim, Senin, 29 Desember 2025.
Program ANANDA dijalankan melalui lima pilar utama yang saling terintegrasi.
Pilar Pencegahan menitikberatkan pada penguatan literasi, edukasi, serta kesadaran digital.
Implementasinya dilakukan melalui sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas masyarakat sebagai benteng awal mencegah penyalahgunaan narkotika.
Pilar Pemulihan difokuskan pada rehabilitasi yang humanis dan berbasis neurosains.
Layanan ini dijalankan melalui BNNP, Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL), serta didukung oleh Kementerian Kesehatan untuk memastikan pemulihan korban penyalahgunaan narkotika berjalan optimal.
Sementara itu, pilar Pemberdayaan diarahkan pada penguatan kemandirian pascarehabilitasi.
BNNP Kaltim menggandeng Balai Latihan Kerja (BLK) dan memperkuat program Desa Bersinar agar individu yang pulih dapat kembali produktif secara ekonomi dan sosial.
Pilar Ketahanan menekankan penguatan keluarga dan komunitas agar memiliki daya tahan terhadap pengaruh narkotika.
Pilar ini dijalankan melalui sinergi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Adapun pilar Kolaborasi difokuskan pada integrasi data dan aksi lintas kementerian dan lembaga, dengan melibatkan TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan terkait dalam satu ekosistem penanganan narkotika.
Sejalan dengan pelaksanaan Program ANANDA, BNNP Kaltim mencatat capaian signifikan dalam perluasan pencegahan.
Sepanjang periode 2023–2025, kegiatan sosialisasi pencegahan narkotika telah menjangkau ratusan ribu orang.
Pada tahun 2023, sosialisasi menjangkau 115.044 orang, meningkat menjadi 124.598 orang pada 2024, dan hingga 2025 telah menjangkau 58.091 orang dari berbagai sektor, meliputi masyarakat umum, pendidikan, pemerintahan, dan swasta.
Dari sisi kualitas layanan, BNNP Kaltim juga mencatat Indeks Kepuasan Responden (IKR) sebesar 3,76, lebih tinggi dibandingkan IKR BNN RI yang berada di angka 3,52.
Capaian ini menunjukkan tingkat kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap kinerja BNNP Kaltim.
Brigjen Pol Rudi Hartono menegaskan, keberhasilan Program ANANDA sangat bergantung pada keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“BNNP tidak bisa bekerja sendiri. Program ANANDA menuntut kolaborasi semua pihak agar Kalimantan Timur benar-benar tangguh dan berdaya tahan terhadap ancaman narkotika,” tegasnya.

