JAKARTA: Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis 22 Januari 2026, menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Ibu Kota.
Hingga Jumat, 23 Januari 2026 sore pukul 16.00 WIB, genangan air masih merendam 125 RT dan 16 ruas jalan dengan ketinggian air bervariasi, bahkan mencapai 120 sentimeter di beberapa titik.
“BPBD mencatat saat ini terdapat 125 RT dan 16 ruas jalan yang tergenang,” ujar Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) BPBD DKI Jakarta Mohammad Yohan, dalam keterangan resminya, Jumat, 23 Januari 2026.
Di Jakarta Barat, banjir merendam 40 RT, dengan genangan terparah terjadi di Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya.
Ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 45 hingga 120 sentimeter, dipicu curah hujan tinggi dan luapan Kali Angke.
Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat 44 RT terdampak banjir.
Wilayah Petogogan menjadi lokasi dengan jumlah RT tergenang terbanyak, yakni 26 RT, akibat luapan Kali Krukut.
Ketinggian air di kawasan ini berkisar sekitar 30 sentimeter.
Di Jakarta Timur, banjir merendam 34 RT, dengan genangan cukup tinggi terjadi di Kampung Melayu dan Bidara China.
Di dua wilayah tersebut, ketinggian air mencapai 90 hingga 115 sentimeter, dipicu luapan Kali Ciliwung dan hujan deras.
Untuk Jakarta Pusat, banjir menggenangi 5 RT di Kelurahan Bendungan Hilir dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter.
Sedangkan di Jakarta Utara, genangan tercatat di 2 RT di Kelurahan Kapuk Muara dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter.
Selain permukiman warga, banjir juga menggenangi 16 ruas jalan di berbagai wilayah.
Beberapa ruas jalan yang masih tergenang antara lain Jalan Daan Mogot Km 13, Jalan Strategi Raya Joglo, serta Jalan Kebon Pala II di Jakarta Timur, dengan ketinggian air tertinggi mencapai 115 sentimeter.
Satu ruas jalan di Kelurahan Kapuk dilaporkan telah surut.
Akibat banjir, warga terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi.
Di Jakarta Barat, pengungsian tersebar di masjid, PAUD, dan aula rumah susun dengan jumlah pengungsi mencapai ratusan jiwa.
Di Jakarta Timur, pengungsi berada di wilayah Cipinang Melayu dan Halim Perdanakusuma, sementara di Jakarta Utara warga Kapuk Muara mengungsi di sekitar Masjid Nurul Jannah RW 02.
BPBD DKI Jakarta mencatat sejumlah wilayah yang sebelumnya terdampak banjir kini telah surut sepenuhnya, antara lain Kuningan Barat (8 RT), Pela Mampang (9 RT), Rawa Jati (3 RT), dan Cilandak Timur (2 RT).
“Personel gabungan dari Dinas SDA, Bina Marga, dan Gulkarmat terus dikerahkan untuk melakukan penyedotan air. Target kami memastikan saluran dan tali-tali air berfungsi optimal agar genangan segera surut total,” kata Yohan.
BPBD DKI Jakarta juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak telah disiapkan, serta terus melakukan pemantauan kondisi genangan dan cuaca secara berkala.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Dalam kondisi darurat, warga diminta menghubungi layanan darurat 112 yang beroperasi gratis selama 24 jam.

