SAMARINDA: Di tengah momentum bulan suci Ramadan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Muhammadiyah Teluk Lerong Ilir, Kota Samarinda, resmi memulai langkah perdananya dengan menyasar ratusan siswa di sejumlah sekolah melalui skema pendistribusian paket makanan bergizi.
SPPG melaporkan keberhasilan penyaluran perdana sebanyak 1.106 porsi makanan meski baru memasuki tahap peluncuran.
Kepala SPPG Muhammadiyah, Muhammad Ransyah, mengatakan keberhasilan operasional awal ini didorong oleh kemampuan lembaga dalam mengoordinasikan distribusi ke lima sekolah berbeda.
“Jadi target sekolah di antaranya, TK Fajar Harapan dengan total 30 porsi, kemudian TK Aisyiyah dengan 39 porsi, kemudian SDN 002, lanjut lagi ke TK RA Tarbiyatus Shibyan, dan SD Muhammadiyah 2,” ujarnya usai launching dan peresmian SPPG Muhammadiyah, Rabu, 25 Februari 2026.
Ransyah menjelaskan, untuk sementara program diprioritaskan bagi sekolah-sekolah di lingkungan sekitar.
Adapun untuk kategori umum, penyalurannya direncanakan setelah Lebaran.
Selain paket kering berupa roti, kurma, susu, kacang, dan abon, pihak SPPG juga memastikan adanya variasi menu buah-buahan.
“Pasti bervariasi, macam-macam. Nanti buahnya juga ada jeruk santang, ada kelengkeng, anggur juga. Pokoknya pasti bervariasi supaya anak-anak tidak bosan dengan menu-menu yang kita sajikan,” tambahnya.
Di sisi teknis, Ahli Gizi SPPG, Putri Amelia, menekankan pentingnya akurasi dalam penghitungan nutrisi agar sesuai dengan standar kesehatan.
Ia menjelaskan bahwa tim menggunakan acuan Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dirata-ratakan berdasarkan usia dan jenis kelamin siswa.
“Kita pakai AKG, kemudian dirata-ratain. Misal anak yang umurnya segini, rata-ratanya 1.900 kalori. Itu dibagi dengan tiga kali makan; pagi biasanya 25 persen, siang 30 persen, malam 30 persen, dan sisanya selingan,” jelas Putri.
Untuk menjamin ketepatan data kalori, Putri Amelia mengaku memanfaatkan teknologi dalam proses penyusunan menu harian.
“Biasanya kalau kita hitung gizi ada aplikasinya, namanya aplikasi NutriSurvey. Jadi di situ tinggal saya masukkan, misal rotinya satu buah itu 50 gram, nanti di NutriSurvey muncul sendiri kalorinya berapa,” katanya.
Operasional SPPG ini merupakan hasil kolaborasi dengan mitra investor dalam pengadaan sarana dan prasarana, sementara pihak yayasan berfokus pada pengawasan kualitas bahan baku serta penyediaan lahan.
Langkah ini dilakukan agar program pemenuhan gizi anak sekolah di Samarinda tetap terjaga kualitasnya dan berkelanjutan.

