SAMARINDA: Ikatan Wanita Keluarga Bone (IWK Bone) Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat peran sosialnya pada momentum bulan suci Ramadan dengan menyalurkan santunan kepada puluhan anak yatim di Kota Samarinda.
Kegiatan yang dirangkai dalam Safari Ramadan bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) BPD dan BPW Samarinda ini menempatkan IWK Bone Kaltim dan Kota Samarinda sebagai tuan rumah.
Aksi tersebut menjadi bukti komitmen para perempuan perantau asal Bone dalam menjaga kepedulian sosial.
Ketua IWK Bone Kaltim, Mahdalena, menjelaskan santunan kali ini menyasar sekitar 80 anak yatim.
Bantuan disalurkan secara inklusif dengan merangkul warga dari berbagai latar belakang di ibu kota provinsi.
“Kami ambil (anak yatim) dari beberapa kecamatan; ada yang dari Sungai Kunjang, Samarinda Ulu, Samarinda Utara, hingga Sungai Pinang. Jadi kami bukan hanya fokus untuk orang Bone saja, karena kami ingin bersatu bersama warga masyarakat yang ada di Kota Samarinda ini,” ujarnya usai kegiatan, Sabtu, 28 Februari 2026.
Selain santunan uang tunai, Mahdalena menyebut agenda sosial IWK Bone selama Ramadan cukup padat, mulai dari buka puasa bersama, salat tarawih, hingga pembagian sembako yang dilaksanakan secara berkala.
Kegiatan tersebut juga diramaikan dengan pembagian doorprize dari mitra kerja sebagai bentuk apresiasi kepada peserta yang hadir.
Mahdalena kembali menyampaikan rasa syukur atas kehadiran Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, kehadiran pemerintah daerah secara langsung penting untuk mendengar aspirasi organisasi.
“Ini adalah satu kebanggaan bagi masyarakat dan warga IWK Bone. Kita tidak menyangka di tengah kesibukan agenda di hari yang sama, Pak Wawali bisa hadir di tengah-tengah kami,” katanya.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan Safari Ramadan, mulai dari pengurus KKSS, panitia, hingga para donatur.
Sementara itu, Ketua Panitia sekaligus Wakil Ketua I Dewan Pengurus Pusat (DPP) IWK Bone Kaltim, Ida Wahyuni, menyampaikan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan Safari Ramadan yang berlangsung penuh kebersamaan.
Ia mengungkapkan persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu sekitar satu pekan.
“Alhamdulillah, dengan kerja sama panitia, kegiatan Safari Ramadan ini bisa berjalan dengan baik sampai malam hari. Kami berharap ke depan persaudaraan warga Bone semakin erat dan silaturahmi terus terjaga,” ungkap Ida.
Ke depan, IWK Bone Kaltim menargetkan penguatan struktur organisasi dengan membentuk kepengurusan di 10 kabupaten/kota se-Kalimantan Timur.
Saat ini, kepengurusan telah terbentuk di Samarinda dan Bontang, sementara Tenggarong (Kutai Kartanegara) dan Balikpapan menjadi target pembentukan berikutnya setelah Idulfitri.
“Insyaallah menyusul ini Tenggarong dan Balikpapan yang terdekat akan kita bentuk. Konsolidasi sudah ada, namun karena ini bulan Ramadan, maka setelah lebaran akan kita laksanakan,” pungkas Mahdalena.
Melalui berbagai aksi sosial tersebut, IWK Bone berharap keberadaan “Anak Wija to Bone” di tanah perantauan tidak hanya mempererat silaturahmi internal, tetapi juga memberi dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

