SAMARINDA: Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kalimantan Timur (Kaltim) menyiagakan alat berat di tiga wilayah strategis guna mengantisipasi gangguan arus mudik Lebaran 2026, terutama jika terjadi longsor atau kerusakan jalan yang menghambat lalu lintas.
Kepala Dinas PUPR-PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda mengatakan kesiapsiagaan dilakukan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang telah dibagi sesuai cakupan wilayah kerja.
“Kami mengantisipasi melalui UPTD kita yang berada di tiga wilayah,” ujarnya, Senin, 2 Maret 2026.
UPTD Wilayah 1 mencakup Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Paser.
Wilayah 2 meliputi Samarinda, Kutai Kartanegara, Kutai Barat hingga Mahakam Ulu. Sementara Wilayah 3 mencakup Bontang, Kutai Timur sampai Berau.
Menurutnya, masing-masing UPTD telah dilengkapi dengan peralatan berat seperti excavator, grader, compactor atau vibro, dump truck, serta armada pendukung lainnya yang disiagakan selama periode mudik.
“Alat-alat sudah kami standby-kan. Jika ada longsor atau gangguan yang menyebabkan arus lalu lintas di jalan provinsi tidak lancar, alat siap langsung diturunkan,” tegas Nanda, sapaan akrabnya.
Ia menambahkan, kesiapan tersebut tidak hanya terbatas pada ruas jalan provinsi. PUPR Kaltim juga membuka peluang koordinasi dan kerja sama apabila diperlukan dukungan penanganan di ruas jalan nasional.
“Tidak hanya di jalan provinsi, untuk jalan nasional pun kami tetap membuka ruang koordinasi dan kerja sama jika memang dibutuhkan,” katanya.
Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat selama periode mudik serta meminimalkan potensi gangguan transportasi akibat faktor cuaca maupun kondisi geografis Kalimantan Timur yang rawan longsor di sejumlah titik.
Dengan kesiapan alat dan personel di tiga wilayah tersebut, PUPR Kaltim berharap penanganan darurat dapat dilakukan secara cepat sehingga arus lalu lintas selama mudik Lebaran 2026 tetap aman dan lancar.

