SAMARINDA: Rencana strategis PT Pertamina (Persero) untuk memindahkan fasilitasnya dari Jalan Cendana ke wilayah Kecamatan Palaran dipastikan segera memasuki tahap konstruksi pada 2026.
Proyek yang telah lama direncanakan ini mulai menunjukkan progres signifikan, termasuk sosialisasi intensif kepada masyarakat terdampak.
Camat Palaran, Muhammad Dahlan, mengungkapkan pertemuan dengan warga dilakukan secara masif di kantor kecamatan.
Sosialisasi tersebut melibatkan perwakilan dari Kelurahan Handil Bakti dan Kelurahan Rawa Makmur yang bersinggungan langsung dengan lokasi proyek.
“Rencana pemindahan Pertamina dari Cendana ke Kelurahan Handil Bakti ini memang sudah lama, namun di tahun 2026 ini baru kembali dilaksanakan kegiatan pembangunannya. Kami sudah memanggil Ketua RT, tokoh masyarakat, dan Ketua LPM untuk mendukung kelancaran proyek ini,” ujarnya usai audiensi bersama Pemerintah Kota dan PT Pertamina Patra Niaga, Selasa, 3 Maret 2026.
Terkait kesiapan lahan, Dahlan memastikan area seluas kurang lebih 7 hektare tersebut telah clear and clean tanpa persoalan hukum maupun sosial.
Lahan itu disebut telah lama dibebaskan oleh pihak Pertamina dan kini sudah dalam kondisi terpagar.
“Untuk lahan sudah clear, sudah dipagar kanan dan kiri. Jadi insyaallah tidak ada masalah lahan karena sudah lama dibebaskan. Akses jalannya pun sangat strategis karena berada tepat di pinggir jalan besar sebelum Jembatan Kuning,” jelasnya.
Selain aspek teknis, pihak kecamatan juga menekankan pentingnya dampak ekonomi bagi warga lokal.
Dahlan meminta agar Pertamina memprioritaskan tenaga kerja dari wilayah Palaran, khususnya untuk kategori non-skill selama masa konstruksi berlangsung.
Menurutnya, pelibatan tenaga kerja dan armada operasional lokal penting untuk mencegah potensi kecemburuan sosial di tengah masyarakat.
“Harapan warga tentu bisa menjadi tenaga kerja di situ. Kami sampaikan agar merekrut tenaga lokal, termasuk pelibatan kendaraan operasional lokal jika diperlukan. Jangan sampai banyak pekerja dari luar sementara warga setempat hanya menonton,” tegasnya.
Saat ini, masyarakat Kelurahan Handil Bakti dan sekitarnya menyatakan dukungan terhadap proyek tersebut.
Mereka berharap kehadiran obyek vital nasional itu mampu menggerakkan roda ekonomi Kecamatan Palaran secara berkelanjutan.

