SAMARINDA: Menjelang momen hari besar keagamaan, fenomena kenaikan harga bahan pokok penting (bapokting) kembali menjadi sorotan.
Kenaikan yang kerap terjadi setiap tahun ini sering kali membebani masyarakat, namun Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sabaruddin Panrecalle, menyuarakan perspektif berbeda terkait kondisi tersebut.
Ia menilai kenaikan harga komoditas utama seperti cabai, bawang, dan beras tidak seharusnya selalu dipandang sebagai masalah.
Menurutnya, kondisi tersebut justru bisa menjadi berkah bagi para petani, setidaknya dalam periode tertentu.
“Setiap tahun, biasanya menjelang momen-momen tertentu seperti hari raya, pasti ada kenaikan harga bahan pokok. Baik itu cabai, beras, bawang, dan sebagainya,” ujarnya, Sabtu, 7 Maret 2026.
Alih-alih mengkhawatirkannya, Sabaruddin menilai kenaikan harga ini dapat memberi keuntungan langsung bagi produsen utama komoditas tersebut, yakni para petani.
“Saya pikir kalau bawang, cabai, beras naik, itu bagus saja. Mengapa? Karena saat harga naik, petani kita bisa mendapatkan berkah yang lebih baik,” katanya.
Menurutnya, selama ini para petani sering kali menghadapi kondisi harga yang justru menurun di pasaran.
Dalam situasi tersebut, pihak yang menikmati keuntungan bukanlah petani, melainkan pelaku lain dalam rantai distribusi.
“Kasihan para petani kita. Selama ini mereka bekerja keras, dan harganya seringkali turun. Jika harga turun, masyarakat lain yang menikmati. Nah, sekarang berikanlah kesempatan setahun sekali,” terangnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk memberikan ruang bagi para petani agar dapat menikmati hasil kerja mereka ketika harga komoditas mengalami kenaikan, meskipun untuk sementara masyarakat harus membayar harga yang lebih tinggi.
“Sekarang, berikan kesempatan setahun sekali harga cabai atau beras naik. Supaya saudara-saudara kita, para petani, bisa menikmati kenaikannya juga. Kan, cuma setahun sekali mintanya,” tutupnya.

