SAMARINDA: Stadion Segiri Samarinda belum memenuhi standar pencahayaan untuk pertandingan internasional, sehingga Kalimantan Timur dipastikan batal menjadi tuan rumah Piala AFF U17 2026 setelah hasil verifikasi dari PSSI dan AFF.
Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda, Muslimin, mengatakan hasil verifikasi dari PSSI Pusat menunjukkan terdapat beberapa catatan terkait kesiapan fasilitas stadion yang diusulkan sebagai venue pertandingan.
“Pada prinsipnya setiap pelaksanaan kegiatan tentu ada verifikasi dari PSSI Pusat menyangkut kesiapan tuan rumah. Salah satu yang menjadi catatan adalah masalah lampu Stadion Segiri,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan tingkat pencahayaan Stadion Segiri saat ini masih berada pada kisaran 900 lumen, sementara standar minimal yang ditetapkan untuk pertandingan internasional adalah 1.200 lumen.
“Lampu di Segiri saat ini sekitar 900 lumen, sementara yang disyaratkan untuk pertandingan internasional minimal 1.200 lumen,” katanya.
Menurut Muslimin, pemerintah kota telah berkomunikasi dengan Wali Kota Samarinda untuk mencari solusi terkait peningkatan fasilitas tersebut, termasuk kemungkinan penambahan atau peningkatan sistem pencahayaan stadion.
“Kami sudah berbicara dengan Pak Wali Kota bagaimana ke depan lampu yang masih kurang ini bisa disiapkan,” ujarnya.
Sebelumnya, Kalimantan Timur mengusulkan tiga stadion sebagai venue untuk penyelenggaraan Piala AFF U17 2026, yakni Stadion Batakan Balikpapan, Stadion Segiri Samarinda, dan Stadion Palaran Samarinda.
Dari hasil verifikasi tim PSSI dan AFF, Stadion Batakan dinyatakan layak dari berbagai aspek, sementara Stadion Segiri masih memiliki catatan pada aspek pencahayaan.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan Kalimantan Timur tidak terpilih sebagai tuan rumah turnamen kelompok umur Asia Tenggara tersebut.
Penyelenggaraan Piala AFF U17 2026 akhirnya dipindahkan ke Provinsi Jawa Timur, dengan venue pertandingan di Gresik dan Sidoarjo.
Meski demikian, Muslimin menegaskan peluang Kalimantan Timur untuk menjadi tuan rumah pertandingan internasional di masa mendatang masih terbuka.
“Catatan dari PSSI ini tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melakukan pembenahan dan perbaikan fasilitas olahraga yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, perbaikan fasilitas olahraga di Kalimantan Timur, khususnya di Samarinda, akan terus dilakukan secara bertahap meskipun saat ini kondisi keuangan daerah sedang mengalami penyesuaian.
“Kita juga harus memahami bahwa saat ini terjadi pengurangan keuangan daerah akibat pemangkasan dari pusat ke daerah. Bukan hanya Samarinda, tetapi hampir seluruh Kalimantan Timur juga mengalami hal yang sama,” ujarnya.
Di sisi lain, Kalimantan Timur masih diproyeksikan menjadi lokasi penyelenggaraan beberapa agenda sepak bola internasional lainnya, seperti kualifikasi Piala AFC, laga uji coba Timnas U19, serta turnamen persahabatan Piala Kemerdekaan.
Selain itu, Timnas U17 dan U19 juga dijadwalkan menjalani pemusatan latihan (training center/TC) di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) dalam waktu dekat.
Di kawasan IKN saat ini telah tersedia tiga lapangan latihan berstandar internasional dengan fasilitas rumput alami dan sintetis yang mendukung kegiatan latihan tim nasional.

