SAMARINDA: Ketua DPD Partai Gerindra Kalimantan Timur yang juga Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menanggapi santai pernyataan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kaltim, yang memastikan tidak lagi mendukung pasangan Rudy Mas’ud–Seno Aji pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2029 mendatang.
Menurut Seno, keputusan tersebut merupakan urusan internal partai politik yang tidak perlu dicampuri oleh pihak lain.
“Itu kan internal partai, jadi kita tidak boleh menyampuri partai lain. Sah-sah saja setiap partai mengambil sikap politiknya,” ujar Seno Aji saat dimintai tanggapan usai Buka Puasa Bersama di DPD Gerindra Kaltim, Selasa malam, 10 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa setiap partai memiliki strategi dan pertimbangan sendiri dalam menentukan arah politik ke depan, termasuk dalam menentukan dukungan pada kontestasi pemilihan kepala daerah.
Seno juga menyampaikan bahwa Partai Gerindra tetap fokus memperkuat konsolidasi partai serta menyiapkan kader untuk menghadapi berbagai agenda politik di masa mendatang.
Menurutnya, Gerindra menargetkan penguatan basis politik di tingkat kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.
“Ke depan target kita tentu memperkuat partai dan menguasai kabupaten dan kota,” katanya.
Ia juga menyinggung pentingnya mempersiapkan kader terbaik untuk menghadapi kontestasi politik di daerah, termasuk untuk posisi wali kota Samarinda pada periode berikutnya.
“Khusus Samarinda kita akan siapkan dengan baik untuk menghadapi pemilihan wali kota berikutnya,” ujarnya.
Sementara itu, sebelumnya DPW PKB Kalimantan Timur menyatakan tidak akan lagi memberikan dukungan kepada pasangan Rudy Mas’ud dan Seno Aji jika keduanya kembali maju pada Pilgub Kaltim 2029.
Ketua DPW PKB Kaltim Syafruddin mengatakan, meskipun pada Pilkada 2024 PKB menjadi salah satu partai pengusung pasangan tersebut, kini partainya memilih mengambil posisi berbeda.
PKB menyatakan akan lebih memposisikan diri sebagai pengawal kebijakan pemerintah serta bersikap objektif terhadap setiap kebijakan yang diambil oleh pasangan Rudy–Seno selama memimpin daerah.
“Jika ada kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyat, kami akan mengkritik bahkan menolaknya,” kata Syafruddin 2 Maret 2026.
Ia juga menegaskan PKB Kaltim berencana mendorong kader internal partai untuk maju dalam kontestasi Pilgub Kaltim 2029.
Menurutnya, partai telah mengantongi nama figur yang dinilai memiliki pengalaman di pemerintahan dan siap bersaing dalam pemilihan gubernur mendatang.

