BONTANG: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tidak memiliki agenda perjalanan dinas ke luar negeri selama periode libur Lebaran sebagaimana imbauan dari Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri).
Menurutnya, kebijakan yang tertuang dalam surat edaran Kemendagri itu tidak menjadi persoalan bagi Pemkot Bontang, karena memang tidak ada rencana perjalanan dinas ke luar negeri dalam waktu dekat.
“Enggak ada lah, kita open house di sini dengan rakyat,” ujar Neni, Kamis, 12 Maret 2026.
Ia memastikan aktivitas pemerintah daerah selama periode menjelang hingga setelah Lebaran akan difokuskan pada pelayanan kepada masyarakat di daerah.
Terkait empat poin utama yang menjadi perhatian dalam surat edaran Kemendagri, yakni kelancaran arus mudik, pengendalian inflasi, keamanan, serta kesiapan perayaan Idulfitri, Neni menyebut Pemkot Bontang telah melakukan berbagai persiapan.
Salah satunya melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan aparat keamanan, guna memastikan situasi kota tetap kondusif selama masa libur Lebaran.
“Sudah. Ada nanti Operasi Ketupat Lebaran, termasuk patroli keliling kota,” katanya.
Selain itu, Pemkot Bontang juga memastikan hak aparatur sipil negara (ASN) menjelang Lebaran terpenuhi.
Neni menyebut pembayaran tunjangan hari raya (THR) bagi ASN hampir rampung.
“THR insyaallah sudah final. Untuk ASN satu bulan gaji plus Tambahan Penghasilan Pegawai 100 persen,” ungkapnya.
Di akhir wawancara, Neni turut mengimbau masyarakat Bontang agar tetap memperhatikan aspek keamanan, terutama bagi warga yang akan bepergian ke luar kota saat Lebaran.
Ia mengingatkan warga untuk memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan, guna menghindari potensi kebakaran atau kejadian yang tidak diinginkan.
“Kalau mau keluar kota atau mudik, pastikan listrik dan kompor dimatikan. Jangan sampai terjadi kebakaran. Dalam perjalanan juga harus hati-hati,” pesannya.

