BONTANG: Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, memastikan berbagai program kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas pemerintah daerah meskipun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang mengalami penurunan signifikan.
Neni mengungkapkan APBD Kota Bontang saat ini turun dari sebelumnya sekitar Rp3 triliun menjadi Rp1,9 triliun.
Meski demikian, ia menegaskan kondisi tersebut tidak akan menghambat pemerintah daerah dalam menjalankan program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kebijakan sosial tetap dijalankan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesejahteraan warga, khususnya kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian lebih.
“Meskipun anggaran menurun, saya pastikan program-program strategis tetap berjalan. Bahkan, upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus kita lakukan melalui berbagai skema bantuan,” ujarnya, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan salah satu program yang tetap berjalan adalah santunan bagi anak penyandang disabilitas.
Saat ini hampir 500 anak disabilitas di Kota Bontang menerima bantuan tunai sebesar Rp300 ribu setiap bulan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan bagi warga lanjut usia (lansia) dengan nilai yang sama, yakni Rp300 ribu per bulan sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok masyarakat rentan.
Di sektor kesehatan masyarakat, pemerintah daerah juga meningkatkan insentif bagi kader posyandu.
Jika sebelumnya insentif yang diterima relatif kecil, kini para kader mendapatkan insentif sebesar Rp1 juta setiap bulan sebagai bentuk apresiasi atas peran mereka dalam pelayanan kesehatan di lingkungan masyarakat.
Sementara di bidang pendidikan, pemerintah daerah menyalurkan berbagai bantuan perlengkapan sekolah bagi siswa mulai dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.
Bantuan tersebut meliputi seragam, sepatu, tas sekolah, serta buku bagi peserta didik.
Program tersebut diberikan tanpa membedakan jenjang kelas agar seluruh siswa dapat merasakan manfaatnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga meningkatkan insentif bagi guru swasta di seluruh Kota Bontang.
Menurut Neni, berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat tetap merasakan manfaat pembangunan meskipun kondisi fiskal daerah sedang mengalami penurunan.
“Yang terpenting masyarakat tetap merasakan kehadiran pemerintah melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan mereka,” tutupnya.

