SAMARINDA: Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) Kalimantan Timur (Kaltim) menilai kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini menjadi perhatian berbagai pihak bukanlah ancaman bagi dunia usaha, melainkan pengingat untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan.
Sekretaris HPN Kaltim Sobirin mengatakan, para pengusaha yang tergabung dalam HPN memiliki cara pandang tersendiri dalam menyikapi dinamika ekonomi, termasuk kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.
“Kalau di pengusaha NU, kita punya keyakinan sendiri. Kita percaya bahwa rezeki sudah diatur, jadi tidak terlalu khawatir dengan adanya efisiensi,” ujarnya saat kegiatan buka puasa bersama yang digelar di Samarinda, Rabu, 18 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kondisi ekonomi yang menantang justru dapat menjadi peluang bagi pelaku usaha untuk tetap berkembang, selama mampu membaca situasi dan memanfaatkan celah yang ada.
Sobirin mencontohkan situasi saat pandemi COVID-19, di mana banyak pihak memprediksi pelemahan ekonomi, namun di sisi lain terdapat pelaku usaha yang mampu bertahan bahkan berkembang.
“Waktu COVID dulu banyak yang bilang ekonomi sulit, tapi kenyataannya ada juga yang justru bangkit dan mendapatkan keuntungan,” jelasnya.
Ia menegaskan, efisiensi anggaran seharusnya tidak dipandang sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan sebagai momentum untuk meningkatkan kehati-hatian dalam pengelolaan keuangan usaha.
“Ini lebih ke peringatan agar kita lebih hati-hati dalam membelanjakan uang, bukan untuk membuat kita khawatir berlebihan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sobirin menyampaikan kegiatan buka puasa bersama yang digelar HPN Kaltim tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi antar pengusaha.
Sekitar 40 pelaku usaha dari berbagai sektor, seperti konstruksi, perdagangan, hingga peternakan, hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka saling bertukar informasi dan menjajaki peluang kerja sama melalui konsep matching business.
“Tujuannya bukan hanya untuk silaturahmi, tapi juga sharing bisnis dan saling bertukar informasi. Di sana kita mencocokkan peluang usaha sesuai bidang masing-masing,” katanya.
Ia berharap, melalui kegiatan tersebut para pengusaha dapat terus memperkuat jejaring, meningkatkan kolaborasi, serta tetap optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi ke depan.
“Yang penting kita tetap berusaha dan tidak pesimis, karena selalu ada peluang di setiap kondisi,” pungkasnya.

