SAMARINDA: Suasana bulan suci Ramadan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Samarinda berlangsung kondusif dengan berbagai kegiatan ibadah yang digelar rutin setiap hari.
Kepala Subseksi Registrasi Lapas Kelas IIA Samarinda, Agus Riyanto, mengatakan aktivitas warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama Ramadan tidak jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, dengan fokus pada peningkatan kegiatan keagamaan.
“Alhamdulillah relatif kondusif. Kegiatan berjalan normal seperti biasanya, ada salat tarawih dan tadarus setiap malam,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis, 19 Maret 2026.
Agus menjelaskan setiap malam Ramadan, WBP secara bergantian mengikuti salat tarawih dan kegiatan tadarus Al-Qur’an.
Setidaknya dua blok hunian dikeluarkan secara bergiliran untuk mengikuti ibadah berjemaah.
“Setiap malam ada dua blok yang keluar untuk tarawih, kemudian dilanjutkan tadarus,” jelasnya.
Selain itu, kegiatan keagamaan juga melibatkan pihak luar, seperti ustaz yang diundang untuk memberikan pembinaan rohani.
Namun, dalam beberapa kesempatan, imam salat juga berasal dari kalangan WBP.
“Ada ustaz dari luar, tapi kadang imamnya juga dari dalam, dari warga binaan,” katanya.
Ia menambahkan, pada malam ke-28 Ramadan, WBP juga telah menyelesaikan khataman Al-Qur’an yang dihadiri pembimbing dari luar lapas.
“Kemarin sempat khatam Al-Qur’an, jadi kita undang juga dari luar,” ujarnya.
Menurut Agus, tidak ada kegiatan khusus yang membedakan Ramadan tahun ini dengan tahun-tahun sebelumnya.
Seluruh aktivitas berjalan dengan pola yang sama dan terjadwal.
“Untuk kegiatan Ramadan tidak ada yang berbeda, masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Menjelang Hari Raya Idulfitri, pihak Lapas Samarinda juga telah menyiapkan sejumlah kegiatan, di antaranya pelaksanaan salat Id berjemaah serta kunjungan keluarga bagi WBP.
“Untuk Lebaran nanti ada salat Id bersama dan kunjungan keluarga,” jelas Agus.
Ia menambahkan, pelaksanaan salat Id direncanakan melibatkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM untuk bergabung bersama warga binaan.
Terkait penetapan hari raya, Lapas Samarinda akan mengikuti keputusan pemerintah melalui sidang isbat.
“Insyaallah kita mengikuti keputusan pemerintah,” tutupnya.

