SAMARINDA: Dinas Perhubungan (Dishub) Kalimantan Timur (Kaltim) memprediksi arus balik Lebaran 2026 di Terminal Lempake Samarinda tidak akan terjadi secara masif dalam satu waktu, melainkan berlangsung bertahap seiring perbedaan jadwal libur masyarakat.
Staf Administrasi Terminal Lempake, Marsel, mengatakan pergerakan penumpang diperkirakan kembali meningkat setelah masa libur Lebaran berakhir sekitar 25 Maret 2026.
“Arus balik nanti mulai kelihatan lagi setelah tanggal 25. Tapi tidak langsung masif, karena jadwal libur berbeda-beda, termasuk mahasiswa yang masuknya tidak bersamaan,” ujarnya, Kamis, 19 Maret 2026.
Menurutnya, pola perjalanan masyarakat saat ini mengalami perubahan dibandingkan sebelum pandemi COVID-19, di mana lonjakan penumpang biasanya terjadi dalam waktu bersamaan.
“Semenjak habis corona memang banyak perubahan. Sekarang tidak langsung membludak, lebih bertahap,” jelasnya.
Marsel menegaskan operasional bus di Terminal Lempake tetap berjalan normal tanpa penambahan jam layanan, yakni hingga pukul 15.00 Wita.
Penyesuaian jadwal lebih bergantung pada jumlah penumpang serta pertimbangan biaya operasional masing-masing operator.
“Kalau penumpang mencukupi untuk biaya operasional, bus akan tetap jalan. Kalau tidak, ya menyesuaikan,” katanya.
Untuk melayani rute utama Samarinda–Bontang dan Samarinda–Sangatta, sejumlah perusahaan otobus mengoperasikan armada dengan jumlah terbatas.
Marsel merinci operator Arapat memiliki sekitar 10 unit bus, Indah Bone 6 unit, sementara operator lain seperti Setiamas dan Sapu Lidi masing-masing hanya memiliki dua unit.
Beberapa operator bahkan hanya mengoperasikan satu armada, seperti DAMRI dan Jaya Laer.
“Armada memang tidak terlalu banyak, jadi disesuaikan dengan kebutuhan penumpang,” ujarnya.
Ia memastikan tarif angkutan tetap sama seperti hari biasa tanpa kenaikan selama periode arus balik Lebaran.
“Tarif masih normal, tidak ada perubahan, baik untuk bus AC maupun non-AC,” katanya.
Selain itu, untuk rute jarak jauh seperti Berau, keberangkatan saat ini tidak lagi melalui Terminal Lempake, melainkan dipindahkan ke pool operator di kawasan Sungai Kunjang.
Meski diprediksi tidak membludak, pihak terminal tetap mengantisipasi kemungkinan lonjakan penumpang secara mendadak, terutama setelah masa cuti bersama berakhir.
“Kita tetap siaga, karena biasanya tidak bisa diprediksi. Bisa saja tiba-tiba ramai,” tutup Marsel.

