KUKAR: Khatib Salat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Al-Muttaqien, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara (Kukar), Nasaruddin, mengajak jemaah meningkatkan iman dan takwa serta menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah dibangun selama Ramadan.
Dalam khutbahnya, Nasaruddin menegaskan Idulfitri menjadi momentum refleksi atas keberhasilan umat Islam menjalani ibadah Ramadan, sekaligus titik awal untuk mempertahankan kualitas keimanan pada bulan-bulan berikutnya.
“Sebagai khatib, saya mengajak jemaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan iman dan takwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan menjauhi larangan-Nya,” ujarnya, Sabtu, 21 Maret 2026.
Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan umur dengan amalan yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri tetapi juga bagi orang lain.
Menurutnya, sebaik-baik manusia adalah mereka yang memberi manfaat bagi sesama tanpa membedakan latar belakang.
“Yang bermakna bahwa kita dianjurkan berbuat baik pada setiap orang tanpa melihat status, suku, ras, dan agamanya,” katanya.
Selain itu, Nasaruddin mengingatkan setiap perbuatan baik pada hakikatnya akan kembali kepada diri sendiri, sebagaimana terkandung dalam ajaran Al-Qur’an.
Ia juga mengajak jemaah menjaga kebersamaan dan menghindari perselisihan setelah Ramadan.
“Jangan lagi ada perselisihan dengan saudara, tetangga, dan siapa pun, sebab inti dari ajaran Rasulullah adalah cinta,” tuturnya.
Dalam suasana Idulfitri, ia turut mengajak jemaah mempererat hubungan dengan keluarga, khususnya orang tua.
Menurutnya, berbakti kepada orang tua merupakan amalan yang tidak ternilai dan menjadi salah satu pintu keberkahan.
“Setelah salat Idulfitri ini, datangilah orang tua, peluklah, cium tangannya, dan mintalah maaf atas segala kesalahan,” ucapnya.
Lebih lanjut, Nasaruddin menyebut manusia tidak akan mampu membalas jasa orang tua, sehingga doa menjadi bentuk bakti yang paling utama.
Di akhir khutbah, ia mengajak jemaah mempertahankan nilai-nilai kebaikan Ramadan agar terus melekat dalam kehidupan sehari-hari meski bulan suci telah berlalu.
“Marilah kita jaga kebaikan-kebaikan yang telah tercipta bersama Ramadan, agar mampu mengantarkan kita kepada ketakwaan di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkasnya.

