SAMARINDA: Kepala Sekolah Lansia Santa Mathilda, RD Benediktus Indrapraptono meresmikan pembukaan Sekolah Lansia Santa Mathilda di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus, Mangkupalas, Kota Samarinda.

Kehadiran sekolah ini menjadi bukti nyata bahwa proses belajar tidak pernah dibatasi oleh usia.
Benediktus menyebut sekolah lansia ini merupakan hasil kolaborasi dengan dinas terkait dan merupakan sekolah lansia keempat yang berdiri di Kota Samarinda.
Ia menyampaikan bahwa masa tua merupakan “waktu emas” untuk merawat kesehatan jiwa dan raga, mendalami iman, serta mempererat silaturahmi.
“Kehadiran Bapak dan Ibu di sini membuktikan bahwa belajar tak pernah kenal usia. Sekolah lansia ini bukan sekadar tempat untuk duduk-duduk, tapi tempat kita belajar bersama, berolahraga, hingga belajar menggunakan ponsel agar tidak takut salah pencet,” ujar RD Benediktus dalam sambutannya, Jumat, 10 April 2026.
Ia juga menegaskan pentingnya peran sosial para lansia di tengah masyarakat.
“Cerita dan doa Bapak Ibu para mahasiswa lansia adalah harta kekayaan kita bersama di dalam masyarakat,” tambahnya.
Hingga saat ini, peserta yang terdaftar menunjukkan antusiasme tinggi, dengan usia tertua mencapai 79 tahun.
Menariknya, salah satu mahasiswa yang ikut bergabung memiliki latar belakang pendidikan tinggi, yakni Doktor Pastor Yanuar Lakada, yang menegaskan bahwa semangat belajar tetap relevan bagi siapa saja.
Sementara itu, kurikulum yang diajarkan dirancang secara sederhana namun fungsional, meliputi edukasi tentang kesehatan dan gizi, keterampilan digital, hingga literasi memori.
RD Benediktus juga menekankan tiga prinsip utama bagi para mahasiswa lansia, yaitu datang dengan hati riang tanpa beban ujian, saling menjaga satu sama lain, dan menjadi berkat bagi masyarakat melalui doa dan kisah hidup mereka sebagai harta kekayaan sosial.
“Tak ada nilai, tak ada ujian, yang ada hanya ruang yang aman dan bahagia untuk bertanya serta bercerita,” imbuhnya.
Program ini turut didukung penuh oleh Pemerintah Kota Samarinda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup warga senior.
Melalui dukungan tersebut, Sekolah Lansia Santa Mathilda diharapkan dapat mewisuda siswanya secara bertahap mulai dari jenjang S1 hingga S3 sekolah lansia.

