SAMARINDA: Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, mendesak pemerintah kota (Pemkot) segera menangani pemadaman lampu di Jembatan Mahkota II.

Kondisi jembatan yang gelap akibat aksi pencurian kabel dinilai mengancam keselamatan pengendara sekaligus merusak estetika kota.
Menurut Deni, perbaikan penerangan harus menjadi prioritas karena menyangkut kepentingan masyarakat luas.
Saat ini, DPRD masih menunggu realisasi anggaran setelah proses asistensi dari pemerintah provinsi rampung.
“Kami sudah meminta kepada dinas terkait, khususnya Dishub dan PU. Kemarin poinnya memang kita hanya menunggu anggaran itu ada karena baru dilakukan asistensi dari provinsi,” ujarnya, Selasa, 14 April 2026, di Kantor DPRD Samarinda.
Ia mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Dinas Perhubungan agar proses perbaikan bisa segera dilakukan begitu anggaran tersedia.
Deni menegaskan, jangan sampai persoalan administrasi justru menghambat penanganan yang bersifat mendesak.
Selain mengganggu keindahan kota, kondisi gelap di jembatan tersebut juga dinilai meningkatkan risiko kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas, terutama pada malam hari.
“Harusnya pemerintah bisa mengupayakan lebih cepat karena ini kaitan dengan keselamatan berkendara. Kita tidak ingin ketika jembatan gelap mengakibatkan kejadian seperti pemegalan, jambret, dan kecelakaan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti terbatasnya jarak pandang pengendara saat melintas tanpa penerangan yang memadai, yang berpotensi membahayakan, terutama bagi pengguna jalan yang melintas pada malam hari.
Deni berharap Dinas Perhubungan dapat segera merealisasikan penggantian lampu penerangan di jembatan tersebut begitu anggaran tersedia.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa cepat terealisasi karena ini urgensi,” pungkasnya.

