SAMARINDA: Penerbit Erlangga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi guru, khususnya di jenjang sekolah dasar (SD) di Kota Samarinda.
Manager Erlangga Samarinda Hermawan Catur Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari konsistensi Erlangga sebagai mitra pembangunan pendidikan di Kalimantan Timur.
“Ini adalah bentuk komitmen dan konsistensi kami sebagai mitra pembangunan di Kalimantan Timur. Saat ini fokusnya di Samarinda, ke depan akan kami perluas ke seluruh wilayah Kalimantan Timur,” ujarnya usai membuka Workshop pelatihan Mastering Coding Artificial Intelligence for Teachers bersama Binus Creates, di Hotel Fugo Samarinda, Kamis, 16 April 2026.
Menurutnya, pelatihan coding dipilih karena masih tergolong hal baru bagi guru di jenjang SD, sehingga perlu pendampingan agar implementasinya tidak keliru.
“Coding ini masih menjadi hal baru bagi guru SD. Mereka adalah ujung tombak pendidikan, jadi harus dipastikan memahami dengan baik agar bisa mengajarkannya secara benar kepada siswa,” katanya.
Ia menegaskan bahwa pengenalan coding di tingkat SD bukan sekadar literasi digital, tetapi bertujuan menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan berpikir logis pada siswa.
“Coding di SD itu lebih pada pengenalan, memancing rasa ingin tahu anak, bukan langsung pada tingkat kompleks,” jelasnya.
Hermawan juga mengungkapkan bahwa Erlangga telah lebih dulu menyiapkan bahan ajar coding sejak tahun sebelumnya, seiring dengan wacana kebijakan dari Kementerian Pendidikan.
“Sejak tahun lalu kami sudah menyiapkan bahan ajar. Bahkan buku coding dan kecerdasan artifisial sudah terbit dan digunakan secara nasional,” ungkapnya.
Selain itu, Erlangga juga berperan sebagai konsultan pendidikan dengan memberikan pendampingan kepada sekolah dalam menghadapi tantangan implementasi pembelajaran berbasis teknologi.
Sementara itu, Marketing Communication Erlangga Wilayah Kalimantan, Gadang Satria Permana, menjelaskan bahwa peserta pelatihan dipilih berdasarkan sekolah yang telah ditunjuk sebagai pilot project pembelajaran coding dan kecerdasan artifisial.
“Pemilihan peserta mengacu pada sekolah piloting yang ditetapkan pemerintah untuk pembelajaran coding dan AI. Dari data tersebut, kami pilih sekolah yang sudah aktif mengimplementasikan program tersebut,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dari total 20 peserta yang mengikuti pelatihan, sebanyak 99 persen berasal dari sekolah swasta dan hanya satu peserta dari sekolah negeri.
“Komposisi ini mengikuti data sekolah piloting yang memang didominasi sekolah swasta,” jelasnya.
Gadang menambahkan, pelatihan ini merupakan bagian dari program berkelanjutan yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya dan akan terus dilaksanakan ke depan.
“Program ini sifatnya berkelanjutan. Sebelumnya sudah ada pelatihan dengan narasumber lokal, dan kali ini bekerja sama dengan BINUS untuk materi yang lebih mendalam. Ke depan akan terus ada kegiatan serupa,” katanya.
Melalui pelatihan ini, Erlangga berharap guru-guru di Samarinda semakin siap menghadapi transformasi pendidikan berbasis teknologi, sekaligus mendukung implementasi kurikulum yang adaptif di era digital.

