SAMARINDA: Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda resmi meluncurkan program “Car Free Night” (CFN) di sepanjang ruas Jalan Kusuma Bangsa, Kota Samarinda.

Selain bertujuan menciptakan ruang interaksi sosial, program ini menjadi langkah konkret pemerintah kota dalam mendukung instruksi pemerintah pusat terkait efisiensi konsumsi bahan bakar fosil.
Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, menjelaskan bahwa CFN merupakan pengembangan dari “Car Free Day” (CFD) yang telah berjalan selama tiga tahun.
Ia menjelaskan, inti dari kebijakan ini adalah mengalihkan mobilitas masyarakat dari penggunaan kendaraan bermotor ke aktivitas yang lebih ramah lingkungan.
“Ini mengikuti arahan pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi energi bahan bakar fosil. Artinya, kita melakukan efisiensi mobilitas masyarakat yang biasanya beraktivitas menggunakan kendaraan bermotor, kita arahkan untuk berinteraksi sosial tanpa kendaraan,” ujarnya usai meninjau lokasi, Sabtu malam, 18 April 2026.
Ia menyebut antusiasme warga terpantau luar biasa sejak pukul 18.30 WITA, meski penutupan jalan baru efektif dilakukan pada pukul 19.30 hingga 23.00 WITA.
Area ini kini diproyeksikan menjadi pusat interaksi warga sekaligus wadah bagi pelaku usaha mikro. Manalu memaparkan, sektor UMKM menjadi salah satu pilar utama dalam menghidupkan ekosistem CFN.
Tingginya minat pelaku usaha terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai ratusan hanya dalam waktu singkat.
“Saat pendaftaran dibuka, kurang lebih ada 270 tenan yang mendaftar. Namun, untuk tahap awal ini kami lakukan pemilihan agar UMKM yang hadir bervariatif. Saat ini baru 30 tenan yang kami buka karena kita baru menggunakan satu ruas jalan,” ungkapnya.
Ke depan, Dishub berencana melakukan rotasi mingguan bagi para pedagang untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pendaftar.
Manalu juga merekomendasikan konsep kafe terbuka untuk menarik minat generasi muda, menyerupai suasana ruang publik di Yogyakarta.
Salah satu pengunjung, Faiq Hambela datang memberikan ulasan positifnya terkait CFN. Menurutnya, kehadiran CFN menjadi alternatif hiburan akhir pekan yang produktif. Ia pun turut mengapresiasi misi lingkungan di balik acara ini, serta berharap kegiatan ini berlangsung dengan rutin dan menyeluruh.
“Bagus banget yang punya program ini. Banyak anak muda yang mungkin tidak terbiasa jalan kaki, dan bisa menjadi budaya baru buat kita semua. Tidak hanya jalan-jalan, tapi kita bisa bergerak sehat sekaligus menikmati jajanan. Selain itu, saya dengar saat pembukaan, tujuannya untuk mengurangi emisi gas dan penggunaan BBM. Harapannya ke depan kegiatan publik seperti ini lebih banyak lagi dan bisa berganti tempat di ruas jalan lain,” terangnya.
Di sisi lain, Manalu memberikan catatan tegas mengenai ketertiban parkir guna mendukung kelancaran ekonomi malam tersebut. Ia meminta pengunjung memanfaatkan kantong parkir resmi di GOR Segiri atau kawasan pusat perbelanjaan terdekat, yakni Go Mall.
Langkah ini diambil untuk memutus rantai juru parkir (jukir) liar yang kerap muncul di jalan akses seperti di Jalan Harmonika. Menurutnya, keberadaan jukir liar adalah dampak dari ketidaktertiban masyarakat dalam memilih tempat parkir.
“Logikanya, kalau masyarakat mau tertib parkir di tempat yang ditentukan seperti GOR Segiri, jukir liar tidak akan bercokol. Ini juga untuk menghindari masyarakat dipungut biaya yang tidak sesuai ketentuan,” tegas Manalu.
Meski masih dalam tahap perdana, evaluasi akan terus dilakukan untuk menyempurnakan pelaksanaan CFN setiap Sabtu malam. Program ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang rekreasi, tetapi juga menjadi strategi fiskal dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan bagi Kota Samarinda.

