SAMARINDA: Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mulai mengadopsi teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mempercepat kinerja birokrasi, dengan target ambisius menghadirkan konsep “ASN AI” atau AI Agent pada 2028.
Konsultan AI Kota Samarinda, Ainun Najib, mengungkapkan efektivitas teknologi ini telah terbukti melalui pengembangan aplikasi monitoring Work From Home (WFH) oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda.
Menurutnya, aplikasi dengan dashboard analitik dan sistem operasional otomatis tersebut dapat diselesaikan dalam waktu jauh lebih singkat berkat bantuan AI.
“Dulu tahun 2014, Pak Jokowi bilang ‘panggil programmer, dua minggu jadi’. Sekarang dengan AI, tidak sampai seminggu sudah jadi. AI di sini bertindak sebagai tenaga ahli programmer yang membantu tim internal,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Ainun menjelaskan, dunia saat ini tengah memasuki era Agentic AI atau Agentic Engineering, di mana AI tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan telah bertransformasi menjadi rekan kerja yang mampu menjalankan tugas secara mandiri layaknya manusia.
Ia menyebut tren ini mulai berkembang pesat pada 2026 dan menjadi peluang besar bagi daerah untuk berinovasi, termasuk Samarinda yang ingin menjadi pionir di tingkat nasional.
“Arah ke depannya, kita coba wujudkan Samarinda menjadi kota pertama di Indonesia yang memiliki ASN AI, atau tepatnya AI Agent sebagai tenaga ahli untuk setiap ASN. Kita upayakan masuk dalam roadmap satu hingga tiga tahun ke depan, kira-kira sampai 2028,” jelasnya.
Meski menawarkan efisiensi tinggi, Ainun mengingatkan pentingnya menjaga kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ia menegaskan bahwa penggunaan AI tidak boleh membuat ASN maupun masyarakat menjadi sepenuhnya bergantung.
“Gunakan AI sebagai teman kerja, bukan sebagai pengganti kita. Kalau AI dijadikan pengganti, kita tidak akan bisa apa-apa lagi nantinya karena skill tidak terasah,” tegasnya.
Menurutnya, posisi ideal AI adalah sebagai mitra untuk belajar, berlatih, serta berdiskusi dalam pengambilan keputusan, bukan menggantikan peran manusia secara utuh.
Langkah adopsi teknologi Agentic AI ini diharapkan mampu membawa Samarinda menjadi pelopor transformasi digital di sektor pemerintahan, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem yang lebih cepat, cerdas, dan responsif.

