SAMARINDA: Destinasi wisata Puncak Steling resmi mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam ajang lomba wisata tingkat nasional.
Objek wisata yang terletak di Jalan Otto Iskandardinata, Gang Steling, RT 32, Selili, Kota Samarinda ini berhasil menembus jajaran 10 besar nasional setelah sebelumnya meraih juara pertama di tingkat provinsi.

Pengelola Puncak Steling, Alwi menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi daerah dan memohon doa restu dari seluruh masyarakat agar Puncak Steling dapat memberikan hasil terbaik di tingkat nasional.
“Kami menjuarai peringkat satu di tingkat Kalimantan Timur dan kini mewakili provinsi untuk tingkat nasional. Saat ini sudah masuk dalam 10 besar,” ujar ditemui disela kegiatannya, Minggu 26 April 2026
Diketahui Puncak Steling menawarkan konsep wisata alam dan kebugaran yang beroperasi penuh selama 24 jam setiap harinya.
Selain menjadi lokasi favorit untuk berkemah (camping), kawasan ini juga menjadi pusat kegiatan komunitas seperti senam dan jogging, terutama pada hari Sabtu dan Minggu pagi.
Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pengelola menyediakan berbagai fasilitas yang tergolong inklusif, di antaranya fasilitas ibadah & sanitasi yang memadai. Kemudian pendopo dan gazebo, tikar, kursi, hingga layanan pengisian daya baterai ponsel (cas HP) secara gratis.
“Pengunjung terus meningkat dari minggu ke minggu. Pada hari biasa, kunjungan mencapai 100 hingga 150 orang, sementara pada hari libur bisa melonjak hingga 400 orang,” tambahnya.
Di balik keindahan alamnya, Puncak Steling menyimpan nilai sejarah yang kuat bagi Kota Samarinda.
Disebutkan bahwa lahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) sejak tahun 1970 ini merupakan lokasi berdirinya tower TVRI pertama di Samarinda.
Lebih jauh lagi, Alwi menyebut kawasan ini merupakan titik pertahanan pejuang kemerdekaan pada tahun 1945. Bahkan nama “Steling” sendiri disebut diserap dari bahasa Belanda yang berarti tempat pengintaian atau pertahanan.
“Tempat ini dulunya adalah pertahanan pejuang 45. Kakek moyang kita menyiapkan meriam dari sini untuk menghalau kapal-kapal Belanda yang masuk ke Samarinda. Ada plakat sejarah yang kami siapkan agar pengunjung tahu kisah di balik tempat ini,” jelasnya.
Dengan statusnya yang kini berada di kancah nasional, pengelola berharap Puncak Stelling tidak hanya dikenal sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sebagai edukasi sejarah bagi generasi muda di Kalimantan Timur.

