SAMARINDA: Sebanyak 355 wisudawan mengikuti prosesi Wisuda Universitas Islam Negeri Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda pada Wisuda Sarjana ke-48, Magister ke-23, dan Doktor ke-4 yang digelar di Gedung Kampus 2 UINSI Samarinda, Rabu, 29 April 2026.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan UINSI Samarinda, Prof. Dr. Muhammad Nasir, menyampaikan jumlah peserta wisuda terdiri atas 333 lulusan sarjana, 15 lulusan magister, dan 7 lulusan doktor.
Menurutnya, wisuda kali ini memiliki makna khusus karena untuk pertama kalinya Program Studi Tadris Biologi dan Manajemen Syariah berhasil meluluskan mahasiswa.
“Selamat kepada seluruh wisudawan. Ini adalah hasil perjuangan kalian, kesabaran, dan kesungguhan, serta doa orang tua,” ujarnya dalam pidato wisuda.
Prof Nasir menegaskan bahwa keberhasilan akademik para wisudawan merupakan hasil dari proses panjang yang tidak mudah, penuh tantangan, serta dukungan besar dari keluarga dan lingkungan sekitar.
Ia menyebut prosesi wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi juga menjadi penanda awal perjalanan baru bagi lulusan dalam mengabdikan ilmu di tengah masyarakat.
“Capaian ini adalah bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan keluarga menjadi fondasi utama dalam meraih keberhasilan,” katanya.
Selain memberikan apresiasi kepada wisudawan, Prof Nasir juga menilai seluruh rangkaian kegiatan wisuda berjalan tertib, lancar, dan sesuai jadwal, mulai dari gladi bersih hingga pelaksanaan utama.
Ia mewakili panitia dan pimpinan kampus turut menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan selama pelaksanaan kegiatan.
Salah satu wisudawan berprestasi, Adryan Risady dari Program Magister Ekonomi Syariah yang meraih IPK 3,8, mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilannya menyelesaikan studi.
“Alhamdulillah hari ini kami bisa menyelesaikan pendidikan. Ini satu keberkahan. Saya percaya semua ini karena rahmat Allah SWT, selain juga dukungan orang tua dan teman-teman,” ujarnya.
Adryan menekankan bahwa perjalanan akademik menuju gelar magister tidak hanya membutuhkan kecerdasan, tetapi juga daya tahan mental dalam menghadapi berbagai hambatan.
“Kunci lulus itu bertahan. Kalau tidak bertahan, mungkin saya sudah terhenti di tengah jalan. Jadi tetap semangat untuk teman-teman yang masih berproses, kalian tidak sendiri,” pesannya.
Wartawan muda Samarinda tersebut juga membagikan refleksi bahwa proses pendidikan tinggi menuntut ketekunan, kesabaran, dan kerendahan hati untuk terus belajar.
“Jangan merasa bisa sendiri, kalau tidak tahu bertanya, kalau tidak mampu minta bantuan,” tambahnya.

