SAMARINDA: Komisi IV DPRD Kota Samarinda memberikan perhatian serius terhadap percepatan penanganan stunting dengan mendorong penguatan strategi lintas sektor serta peningkatan fasilitas kesehatan dasar di seluruh wilayah kota.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat capaian target penurunan stunting di Samarinda masih memerlukan dorongan tambahan agar sasaran eliminasi stunting tahun 2026 dapat tercapai secara optimal.
Sekretaris Komisi IV DPRD Samarinda, Riska Wahyuningsih, mengungkapkan bahwa berdasarkan paparan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), masih terdapat sejumlah kecamatan yang progres penurunannya belum sepenuhnya memenuhi target.
“Samarinda masih kurang sedikit lagi, sekitar 100 sekian saja. Insyaallah target itu bisa tercapai tahun ini,” ujarnya usai Rapat Koordinasi Percepatan Aksi Bangda dan Gerakan Intervensi Stunting Serentak, Selasa, 28 April 2026, di Gedung PKK Samarinda.
Riska menegaskan, pemerintah kota akan memperkuat pengawasan terhadap cakupan layanan kesehatan anak, khususnya penimbangan balita yang masih rendah di beberapa wilayah.
Mulai 30 April 2026, gerakan serentak pembukaan Posyandu di seluruh Samarinda akan digelar sebagai bagian dari intervensi massal pencegahan stunting, disertai pendataan intensif sepanjang Mei.
“Pengawasan langsung dari camat untuk menggerakkan kelurahan, lalu ke tingkat RT, Dasawisma, hingga TP PKK. Semua elemen harus turun serentak untuk memastikan anak-anak kita terpantau perkembangannya,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Komisi IV DPRD Samarinda juga akan mengoptimalkan alokasi Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan pada tahun anggaran 2026 guna memperkuat sarana dan prasarana kesehatan masyarakat.
Dana tersebut direncanakan untuk pengadaan alat ukur tinggi badan dan alat timbang balita sesuai standar kementerian yang akan disebar ke 59 kelurahan di Kota Samarinda.
Selain pengadaan alat kesehatan, pembangunan tiga gedung Posyandu baru juga menjadi prioritas, terutama di wilayah yang masih membutuhkan peningkatan akses layanan kesehatan dasar, seperti Samarinda Utara dan Sambutan.
“Harapan saya stunting di Samarinda benar-benar habis atau terhapus. Melalui Pokir ini, saya membantu pengadaan alat ukur di seluruh kelurahan dan membangun tiga Posyandu agar program ini berjalan lancar dan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” pungkasnya.

