
BONTANG: Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang meraih penghargaan nasional dalam kategori penurunan angka pengangguran mendapat apresiasi dari DPRD Kota Bontang.
Meski demikian, capaian tersebut diminta tidak berhenti sebatas penghargaan seremonial, melainkan terus diikuti penguatan penyerapan tenaga kerja lokal di lapangan.
Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, penghargaan yang diterima Pemkot Bontang menunjukkan adanya perkembangan positif dalam sektor ketenagakerjaan daerah.
Namun menurutnya, tantangan menjaga stabilitas lapangan pekerjaan masih cukup besar, terutama di tengah dinamika industri dan persaingan tenaga kerja yang terus berkembang.
“Penghargaan ini tentu patut diapresiasi, tetapi yang lebih penting bagaimana tren positif ini bisa terus dijaga dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya saat ditemui di Berbas Pantai, Sabtu, 9 Mei 2026.
Beberapa waktu lalu, Pemkot Bontang berhasil meraih predikat Terbaik 1 Kategori Kota dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Kalimantan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri RI di Balikpapan.
Dalam penilaian tersebut, Bontang memperoleh apresiasi khusus atas capaian penurunan tingkat pengangguran dan menerima dana insentif sebesar Rp3 miliar.
Andi Faiz menilai capaian tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan daerah yang selama ini mendorong perlindungan tenaga kerja lokal, termasuk regulasi yang mewajibkan perusahaan memprioritaskan warga Bontang dalam proses rekrutmen.
Ia menyebut keberadaan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Kerja menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas peluang kerja bagi masyarakat lokal.
“Regulasi itu harus terus dijalankan secara konsisten. Jangan sampai perusahaan yang beroperasi di daerah justru tidak memberi ruang yang cukup bagi tenaga kerja lokal,” katanya.
Menurutnya, pengawasan terhadap implementasi aturan tersebut perlu diperkuat agar target prioritas pekerja lokal benar-benar terlaksana di seluruh perusahaan yang beroperasi di Kota Bontang.
Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan dunia usaha agar kebutuhan tenaga kerja dapat disesuaikan dengan kompetensi masyarakat lokal.
“Harapan kita tentu masyarakat Bontang bisa semakin banyak terserap bekerja di perusahaan yang ada di daerah sendiri. Karena tujuan akhirnya bukan hanya penghargaan, tetapi bagaimana kesejahteraan masyarakat ikut meningkat,” tutup Andi Faiz. (Adv)

