SAMARINDA: Di era serba digital, bermain ponsel sering dianggap sebagai cara paling praktis untuk melepas penat. Setelah kuliah, bekerja, atau menjalani aktivitas harian yang padat, banyak orang memilih rebahan sambil scrolling media sosial sebagai bentuk istirahat.
Namun, tidak sedikit yang justru merasa tubuh tetap lelah meski seharian hanya memegang HP. Kepala terasa penuh, sulit fokus, suasana hati mudah berubah, hingga muncul rasa jenuh tanpa alasan yang jelas.
Fenomena ini kini semakin sering dialami, terutama oleh generasi muda yang hampir tidak pernah lepas dari layar gawai.
Istirahat yang Diam-Diam Menguras Energi Mental
Sekilas, bermain media sosial memang terlihat seperti aktivitas ringan. Duduk santai sambil membuka TikTok, Instagram, X, atau YouTube terasa jauh dari aktivitas yang melelahkan.
Padahal, di balik itu, otak terus bekerja memproses berbagai informasi dalam waktu singkat.
Dalam beberapa menit saja, seseorang bisa menerima puluhan hingga ratusan konten berbeda. Mulai dari berita kriminal, video hiburan, tren gaya hidup, kisah motivasi, unggahan pencapaian orang lain, hingga perdebatan di kolom komentar.
Tanpa disadari, otak dipaksa menerima terlalu banyak rangsangan sekaligus.
Kondisi ini dikenal sebagai mental overload, yaitu kelelahan mental akibat paparan informasi berlebihan. Meski tubuh tidak banyak bergerak, pikiran terus aktif tanpa jeda sehingga memicu rasa lelah secara emosional maupun mental.
Doomscrolling, Kebiasaan yang Sering Tidak Disadari
Salah satu penyebab mental cepat lelah adalah kebiasaan doomscrolling, yaitu scrolling media sosial secara terus-menerus tanpa tujuan yang jelas.
Awalnya mungkin hanya ingin membuka media sosial selama beberapa menit. Namun, algoritma platform digital membuat pengguna terus terpancing untuk melihat konten berikutnya. Satu video berganti video lain, satu unggahan memunculkan rasa penasaran terhadap konten selanjutnya.
Tanpa terasa, waktu satu hingga dua jam bisa habis begitu saja.
Semakin lama seseorang tenggelam di media sosial, semakin banyak pula informasi yang masuk ke pikiran. Tidak hanya hiburan, tetapi juga konten yang memicu kecemasan, rasa takut tertinggal atau fear of missing out (FOMO), hingga tekanan sosial.
Akibatnya, tubuh memang terlihat diam, tetapi pikiran sebenarnya terus bekerja dan perlahan mengalami kelelahan.
Media Sosial dan Kebiasaan Membandingkan Diri
Media sosial juga sering memicu kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain.
Di dunia digital, banyak orang cenderung menampilkan sisi terbaik kehidupannya. Mulai dari pencapaian akademik, pekerjaan baru, perjalanan liburan, bisnis yang berkembang, hingga kehidupan yang tampak sempurna.
Padahal, apa yang terlihat di layar hanyalah sebagian kecil dari kenyataan.
Sayangnya, tanpa sadar banyak orang mulai mempertanyakan dirinya sendiri setelah melihat kehidupan orang lain di media sosial.
Pertanyaan seperti “Kenapa hidup orang lain terlihat lebih maju?”, “Kok aku masih begini?”, atau “Apa aku tertinggal?” perlahan dapat memengaruhi kondisi emosional dan kesehatan mental.
Rasa lelah akhirnya bukan lagi berasal dari aktivitas fisik, melainkan tekanan pikiran yang terus menumpuk setiap hari.
Bukan Salah HP, Tapi Cara Menggunakannya
Ponsel dan media sosial sebenarnya bukan hal yang sepenuhnya buruk. Teknologi justru membantu banyak aktivitas, mulai dari belajar, bekerja, membangun relasi, hingga mencari penghasilan.
Namun, penggunaan yang berlebihan tanpa jeda dapat membuat otak terus berada dalam kondisi siaga.
Karena itu, penting memberi ruang bagi pikiran untuk benar-benar beristirahat. Tidak harus langsung berhenti total dari media sosial, tetapi bisa dimulai dengan langkah sederhana.
Misalnya membatasi waktu scrolling, menghindari membuka HP sesaat setelah bangun tidur, mengurangi penggunaan layar sebelum tidur, atau meluangkan waktu melakukan aktivitas tanpa distraksi digital.
Sebab, istirahat tidak selalu berarti tidur atau rebahan. Terkadang, istirahat terbaik justru terjadi ketika pikiran diberi kesempatan berhenti menerima terlalu banyak informasi sekaligus.
Mental Lelah yang Sering Tidak Terlihat
Kelelahan mental sering kali tidak tampak dari luar. Seseorang masih bisa terlihat aktif di media sosial, bercanda dengan teman, atau menjalani aktivitas seperti biasa.
Namun, di dalam dirinya, ada rasa penuh, sulit berkonsentrasi, cepat kehilangan energi, hingga mudah merasa cemas.
Karena itu, jika belakangan ini merasa cepat lelah meski hanya bermain HP, mungkin yang sebenarnya membutuhkan istirahat bukan tubuh, melainkan pikiran yang sudah terlalu lama bekerja tanpa jeda.

