
BONTANG: PDI Perjuangan mulai mematangkan proses pengisian kursi Wakil Ketua DPRD Kota Bontang yang kosong setelah wafatnya Maming. Dua nama kader internal partai kini mencuat sebagai kandidat terkuat, yakni Joni Alla Padang dan Winardi.
Kedua nama tersebut disebut telah menjalani tahapan fit and proper test di tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP dan tinggal menunggu keputusan final partai.
Ketua DPRD Kota Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan, proses penentuan unsur pimpinan DPRD sepenuhnya menjadi kewenangan partai politik pengusung.
Karena itu, DPRD Kota Bontang saat ini masih menunggu surat resmi dari DPP PDI Perjuangan sebelum proses administrasi dilanjutkan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).
“Kalau pengangkatan pimpinan ini tinggal menunggu surat keputusan dari DPP PDI Perjuangan yang nanti disampaikan ke kami, kemudian akan kita lanjutkan ke gubernur,” ujarnya usai rapat paripurna, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menjelaskan, berbeda dengan mekanisme pergantian antar waktu anggota DPRD biasa, pengisian kursi pimpinan dewan harus melalui rekomendasi langsung dari partai politik pemilik kursi.
Menurut Andi Faiz, komunikasi internal partai terkait pengganti Maming sebenarnya sudah berjalan sejak beberapa waktu terakhir.
“Sudah ada fit and proper test terhadap dua nama itu. Tinggal menunggu keputusan DPP saja,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bontang Joni Alla Padang, membenarkan dirinya menjadi salah satu kader yang diusulkan partai bersama Winardi.
Ia mengatakan seluruh tahapan yang diminta partai telah dijalani dan kini kader hanya menunggu hasil keputusan dari DPP PDIP.
“Semua proses sudah kami jalani. Sekarang tinggal menunggu keputusan dari DPP,” ujar Joni saat ditemui di Kantor DPRD Kota Bontang.
Meski namanya masuk dalam bursa calon pimpinan DPRD, Joni menegaskan keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan partai.
Menurutnya, seluruh kader wajib menghormati apa pun keputusan yang nantinya ditetapkan DPP.
“Pada prinsipnya kami siap menjalankan amanah partai. Siapa pun yang diputuskan nanti, itu yang harus didukung bersama,” katanya.
Selain membahas pengganti unsur pimpinan DPRD, PDIP juga tengah memproses pergantian antar waktu untuk mengisi kursi anggota DPRD yang ditinggalkan Maming.
Nama calon PAW disebut berasal dari peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan Bontang Selatan. Namun proses tersebut juga masih menunggu persetujuan resmi dari DPP partai.
Di hari yang sama, DPRD Kota Bontang telah menggelar rapat paripurna pemberhentian Maming dari jabatan Wakil Ketua DPRD masa jabatan 2024-2029 karena meninggal. (Adv)

