KUTIM: Angkatan 116, 117, dan 118, peserta Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sejumlah 128 orang, yang dinyatakan lulus 100 orang, resmi menyelesaikan pelatihannya.
Pelatihan yang berlangsung selama 93 hari atau setara 673 jam pelajaran, ditutup langsung Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Berlangsung di Aula Meranti Kantor Bupati Kutai Timur, Kompleks Perkantoran Bukit Pelangi, Sangatta, Selasa, 13 Mei 2026.
Dalam sambutan, Ardiansyah membagikan pengalaman hidupnya, saat pertama kali menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai guru dengan golongan III/a.
Ia mengenang, masa awal pengabdian saat ditempatkan di Kecamatan Muara Ancalong dengan gaji pertama hanya sekitar Rp160 ribu per bulan.
“Pertama kali bertugas sebagai guru, saya ditempatkan di Muara Ancalong. Gaji awal sebagai PNS waktu itu Rp160 ribu,” ujarnya di hadapan peserta.
Tak hanya itu, Ardiansyah juga mengisahkan masa kecilnya yang penuh keterbatasan, termasuk pengalaman mengonsumsi nasi bulgur yang menurutnya berbau menyengat.
“Direndam cukup lama pun tetap bau. Tapi terpaksa harus dimakan, karena kalau tidak makan ya kelaparan,” kenangnya.
Pesan tersebut, dinilai sebagai refleksi perjuangan sekaligus pengingat bagi CPNS agar mensyukuri profesi dan penghasilan yang saat ini diterima.
Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, Jauhar Efendi, memaknai kisah yang disampaikan Bupati Kutim sebagai pesan moral agar para CPNS tetap bersyukur di tengah tantangan fiskal saat ini.
Menurut Jauhar, kondisi keuangan negara maupun daerah sedang menghadapi tekanan, termasuk berdampak pada penyesuaian Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP).
“Kisah Pak Bupati itu mengingatkan peserta Latsar agar tetap bersyukur dengan apa yang didapat hari ini, terutama di tengah kondisi keuangan yang sedang tidak baik-baik saja,” ujarnya.
Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kutim Misliansyah melaporkan bahwa kegiatan Latsar CPNS berlangsung selama tiga bulan tiga hari, dimulai sejak 9 Februari hingga 13 Mei 2026.
Peserta berasal dari berbagai perangkat daerah di lingkungan Pemkab Kutim, termasuk kecamatan dan rumah sakit yang berada di wilayah kecamatan.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Kompetensi Manajerial dan Fungsional (PKMF) BPSDM Kaltim, Apriyana, menjelaskan metode pelatihan menggunakan blended learning, yakni kombinasi pembelajaran daring dan klasikal.
Selain pembelajaran tatap muka, peserta juga mengikuti pembelajaran mandiri berbasis modul secara online.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Kutim dan BKPSDM atas kolaborasi yang terjalin sehingga pelaksanaan Latsar berjalan baik dan seluruh peserta berhasil lulus.
“Alhamdulillah semuanya bisa lulus 100 persen, walaupun perjuangannya di belakang layar berdarah-darah,” katanya.
Nina mengingatkan, para peserta bahwa selama pelatihan mereka tidak hanya dibekali kemampuan teknis, tetapi juga nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK sebagai fondasi pelayanan publik.
“Semua itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa Anda tidak hanya menjadi pegawai yang memiliki kecakapan teknis, tetapi juga pegawai yang berintegritas, bermental melayani, dan berjiwa nasionalis,” tegas Nina.
Pada akhir kegiatan, panitia turut mengumumkan peserta terbaik dari masing-masing angkatan.
Peringkat pertama Angkatan 116 diraih ST Rahmawati dari Inspektorat Daerah. Untuk Angkatan 117, posisi terbaik diraih Fadhilla Puji Cahyani dari Dinas Permukiman. Sedangkan Angkatan 118 diraih Hardiansyah dari Kecamatan Bengalon.
Jauhar Efendi yang menjadi penguji Fadhilla menilai peserta tersebut layak meraih posisi pertama karena menunjukkan konsistensi tinggi sejak seminar rancangan hingga laporan aktualisasi.
“Saya melihat konsistensi Fadhilla mulai seminar rancangan sampai seminar laporan aktualisasi dilakukan dengan sungguh-sungguh dan lengkap,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi khusus kepada Hardiansyah yang menjadi peserta bimbingannya di Kelompok II Angkatan 118.
Menurut Jauhar, Hardiansyah menunjukkan antusiasme tinggi selama proses pembelajaran, termasuk saat menjalankan program digitalisasi arsip dinamis di Kecamatan Bengalon.
“Dia sangat antusias mengikuti bimbingan. Kebetulan juga menjadi ketua kelompok,” katanya.
Program aktualisasi tersebut bahkan membuahkan hasil positif dengan raihan juara dua lomba bidang kearsipan tingkat kecamatan se-Kabupaten Kutai Timur.

