

SAMARINDA: Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2025 DPRD Samarinda Abdul Rohim meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memperkuat sektor pendidikan melalui program beasiswa hingga penambahan sekolah menengah pertama (SMP) baru.
Menurutnya, salah satu rekomendasi utama pansus adalah mendorong Pemkot Samarinda menghadirkan program beasiswa bagi masyarakat, khususnya warga kurang mampu dan mahasiswa berprestasi.
“Yang pertama kita merekomendasikan agar Pemkot juga bisa membuat program beasiswa, baik itu untuk masyarakat miskin maupun untuk yang berprestasi,” katanya diwawacarai media, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menilai, meskipun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) telah memiliki program bantuan Pendidikan Gratispol, namun kuota dan cakupannya masih terbatas sehingga diperlukan dukungan tambahan dari pemerintah kota.
“Sedangkan ada keperluan-keperluan masyarakat yang sepertinya juga harus dibantu dari Pemkot melalui mekanisme beasiswa,” jelasnya.
Selain itu, Abdul Rohim juga mendorong adanya program beasiswa jenjang S2 dan S3 bagi putra-putri asli Samarinda, guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia di masa mendatang.
Tak hanya soal beasiswa, Pansus LKPJ juga menyoroti persoalan daya tampung SMP yang dinilai belum sebanding dengan jumlah lulusan sekolah dasar setiap tahunnya.
Menurut Politisi PKS, hasil evaluasi dan diskusi pansus menemukan masih ada lulusan SD yang kesulitan memperoleh sekolah lanjutan karena keterbatasan jumlah SMP negeri.
“Nah, selama ini dari diskusi dan temuan kita, sering kali lulusan SD ini agak kesulitan tertampung secara keseluruhan dengan mudah di SMP-SMP yang ada karena ditengarai jumlah SMP-nya masih belum sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Karena itu, DPRD meminta Pemkot Samarinda terlebih dahulu menyusun basis data kebutuhan pendidikan secara detail sebelum menentukan pembangunan sekolah baru.
“Lulusan SD itu jumlahnya sekian, sehingga kebutuhan SMP-nya juga bisa dihitung,” ujarnya.
Setelah data kebutuhan tersedia, lanjut dia, pemerintah diminta segera membangun tambahan SMP agar seluruh lulusan SD di Samarinda dapat terakomodasi.

