
BONTANG: Estetika lampu jalan di Kota Bontang menjadi sorotan karena dinilai belum mampu menghadirkan identitas visual kota yang modern dan menarik, terutama di sejumlah jalur strategis dan kawasan publik.
Anggota Komisi B DPRD Bontang Nursalam menilai, penataan penerangan jalan di beberapa titik masih terlihat monoton dan belum maksimal dalam menciptakan suasana kota yang nyaman saat malam hari.
Menurutnya, kondisi tersebut terlihat di jalur menuju kawasan pantai hingga Jalan MT Haryono yang sebenarnya sudah memiliki fasilitas penerangan cukup baik, namun belum ditunjang konsep pencahayaan yang estetis.
“Sepanjang jalan ini sebenarnya sudah keren, tapi perlu penyesuaian pencahayaan supaya suasananya lebih terasa nyaman dan menarik saat malam hari,” kata Nursalam, Senin, 18 Mei 2026.
Ia menyebut pencahayaan jalan tidak hanya berfungsi sebagai penerang kawasan, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter visual kota sekaligus mendukung daya tarik kawasan wisata pesisir.
Untuk itu, ia mengusulkan agar penggunaan lampu putih dapat dipadukan dengan lampu bernuansa kuning, agar menghadirkan kesan lebih hangat, modern, dan ramah bagi masyarakat maupun pengunjung.
Selain persoalan estetika, Nursalam juga menyoroti aspek keselamatan di sepanjang jalur tersebut. Ia menemukan masih adanya baut penyangga fasilitas trotoar yang menonjol tanpa pelindung pengaman.
Kondisi itu dinilai berpotensi membahayakan masyarakat, khususnya anak-anak dan warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Nah, ini yang perlu diperhatikan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Baut-baut penyangga yang masih menonjol itu sebaiknya diberi pengaman karet atau pelindung lainnya,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan evaluasi dan pembenahan agar fasilitas publik benar-benar memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat.
“Harapan kita, kota ini benar-benar menjadi kota yang nyaman, aman, dan membanggakan bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv)

