

SAMARINDA: Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Celni Pita Sari menilai penyelenggaraan event yang berakhir bermasalah dapat mencederai nama baik Samarinda di mata masyarakat luar daerah.
Karena itu, ia meminta setiap penyelenggara memastikan seluruh persiapan dan perizinan telah rampung sebelum membuka pendaftaran agar kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan event di Kota Tepian tetap terjaga.
Menurut Celni, setiap kegiatan yang digelar di Samarinda sejatinya memiliki tujuan positif, yakni memperkenalkan kota kepada masyarakat dari berbagai daerah sekaligus menarik lebih banyak event berskala regional maupun nasional.
“Adanya penyelenggaraan event ini kita ingin tujuannya baik agar bisa mempromosikan Samarinda kepada orang luar daerah agar dikenal dan dilirik,” ujarnya.
Namun, ia menyayangkan masih adanya penyelenggara yang dinilai tidak serius hingga membatalkan kegiatan secara sepihak, padahal peserta telah mendaftar dan mengeluarkan biaya.
Politisi NasDem itu tersebut menilai, dampak dari kejadian semacam itu tidak hanya dirasakan peserta yang mengalami kerugian materi, tetapi juga merusak citra Samarinda sebagai kota penyelenggara berbagai kegiatan olahraga maupun hiburan.
Menurutnya, kehadiran peserta dari luar daerah seharusnya memberikan dampak ekonomi bagi Samarinda melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga pelaku usaha mikro.
“Sangat disayangkan dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Celni menegaskan DPRD pada prinsipnya mendukung setiap penyelenggaraan event yang mampu mendatangkan wisatawan maupun peserta dari luar daerah. Namun, dukungan tersebut harus dibarengi dengan profesionalisme penyelenggara agar tidak kembali menimbulkan persoalan yang merugikan masyarakat.
“Tetapi mohon dilaksanakan sebaik mungkin agar kejadian serupa tidak terulang, dampaknya banyak yakni kerugian peserta yang telah mendaftar dan mengeluarkan uangnya, serta dampak ke Samarinda sendiri,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan, pengalaman buruk peserta dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap event-event yang akan digelar di Samarinda pada masa mendatang.
“Pastikan mereka tidak berpikir kalau ada event di Samarinda jangan dulu diikuti. Kita takutnya mereka jadi kehilangan kepercayaan ke depan,” pungkasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul mencuatnya kasus dugaan penipuan penyelenggaraan Samarinda Half Marathon, yang mengakibatkan ratusan peserta gagal mengikuti event meski telah melakukan pembayaran biaya pendaftaran. Kasus tersebut kini tengah ditangani aparat kepolisian.

