SAMARINDA: Kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan pengguna Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu), Kota Samarinda, mendapat respons dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim). Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meninjau langsung kondisi jembatan dan meminta sejumlah fasilitas pendukung segera dibenahi.
Keluhan tersebut sebelumnya disampaikan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loa Buah. Masyarakat menyoroti kondisi sambungan jalan jembatan yang bergelombang, minimnya penerangan, hingga belum adanya kamera pengawas atau CCTV.
Harum, sapaan akrabnya mengatakan pemerintah langsung mengecek kondisi Jembatan Mahulu setelah menerima masukan dari masyarakat. Ia menyebut, penanganan terhadap sambungan jalan yang bergelombang telah dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU).
“Terima kasih banyak atas masukan masyarakat. Hari ini kami datang langsung untuk melihat. Alhamdulillah, tadi malam sudah langsung dieksekusi oleh Dinas PU,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bagian sambungan jalan di antara jembatan kini sudah dilakukan penambalan sehingga kondisinya lebih baik. Sementara untuk persoalan penerangan, Harum meminta Dinas Perhubungan segera melakukan perbaikan agar lampu yang mati maupun hilang dapat kembali berfungsi.
“Lampu yang kurang terang, segera kita buat terang kembali. Lampu yang mati, segera kita hidupkan kembali. Perawatan untuk keindahan jembatan juga saya minta dikerjakan,” tegasnya.
Harum menyebut, sejumlah fasilitas penerangan di Jembatan Mahulu mengalami kerusakan akibat aksi pencurian, termasuk lampu maupun perangkat sakelar otomatis atau MCB (Miniature Circuit Breaker).
Selain lampu di bagian atas jembatan, Harum juga meminta pemasangan penerangan di bagian bawah jembatan. Menurutnya, hal itu penting agar keberadaan struktur jembatan dapat terlihat oleh kapal atau ponton yang melintas di Sungai Mahakam.
“Di bawah juga harus dipasang lampu, biar kelihatan di sini ada jembatan,” pintanya.
Ia menegaskan, Jembatan Mahulu memiliki peran vital karena menjadi salah satu jalur utama distribusi kendaraan besar, BBM dan gas di Samarinda.
Selain penerangan, Gubernur juga meminta pemasangan CCTV untuk meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas jembatan sekaligus mencegah aksi pencurian.
“Sekali lagi terima kasih kepada seluruh masyarakat Kaltim, khususnya warga Samarinda atas masukan demi keselamatan para pengguna jembatan ini,” tuturnya.
Ketua FKPM Kelurahan Loa Buah Sabil Husain mengapresiasi respons cepat Gubernur Kaltim terhadap keluhan yang disampaikan masyarakat.
“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur yang sudah memberikan respons cepat atas keluhan yang kami sampaikan terkait Jembatan Mahulu ini,” ucapnya.
Turut mendampingi, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji, Sekda Kaltim Sri Wahyuni, jajaran Asisten Setdaprov Kaltim, Plt Kepala Dinas PUPR Kaltim Ilhamsyah, Kepala Diskominfo Kaltim, Plt Karo Adpim Ririn Sari Dewi, serta sejumlah kepala OPD Pemprov Kaltim.

