Close Menu
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Copyright PT Media Narasi Indonesia
anggota Jaringan Media Siber Indonesia

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kaltim Dapat Rp73 Miliar Dana REDD+GCF, 44 Persen untuk Pemberdayaan Masyarakat

Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah, JWC 2026 BCA Syariah Sisipkan Hadiah Rp36 Juta

Kaltim Mulai Program REDD+GCF Rp73,2 Miliar, 64 Persen Dana Diarahkan untuk Masyarakat dan Lingkungan

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Contact
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Narasi.coNarasi.co
  • Nasional
  • Politik
  • Pendidikan
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Kesehatan
Subscribe
Narasi.coNarasi.co
You are at:Home » Kaltim Dapat Rp73 Miliar Dana REDD+GCF, 44 Persen untuk Pemberdayaan Masyarakat
Ekonomi

Kaltim Dapat Rp73 Miliar Dana REDD+GCF, 44 Persen untuk Pemberdayaan Masyarakat
Telah dibaca : 656 Kali.

Ira Nur AjijahBy Ira Nur Ajijah1 Oktober 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Telegram Email WhatsApp Threads Copy Link
Teks: Ketua Tim Pelaksana sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kaltim Ujang Rachmad (tengah) (Narasi.co/Ira)
Share
Facebook Twitter WhatsApp Email Telegram Copy Link

SAMARINDA: Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat alokasi pendanaan sekitar Rp73 miliar atau 4,691 juta dolar AS untuk menjalankan program Results-Based Payment (RBP) REDD+ Green Climate Fund (GCF) Output 2.

Program ini menyasar delapan kabupaten/kota dengan fokus pada perlindungan hutan, rehabilitasi lahan kritis, dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Tim Pelaksana sekaligus Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Kaltim, Ujang Rachmad, mengatakan pelaksanaan program tersebut mencakup tiga outcome dan delapan kegiatan.

Sejumlah target telah ditetapkan, di antaranya memfasilitasi 172 kelompok masyarakat, mendukung 27 masyarakat hukum adat (MHA), serta merehabilitasi 45 hektare lahan kritis.

“Semua targetnya sudah kita tetapkan bersama-sama sejak awal. Sekarang kita sudah memulai proses pelaksanaannya,” ujar Ujang di usai Kick Meeting GBP REED+ GCF Output 2, di Samarinda, Kamis, 1 Oktober 2026.

Program RBP REDD+ GCF Output 2 merupakan bagian dari pemanfaatan pembayaran berbasis hasil atas capaian pengurangan emisi sektor kehutanan dan lahan.

Secara nasional, GCF sebelumnya menyetujui pendanaan sebesar 103,78 juta dolar AS untuk memperkuat implementasi REDD+, tata kelola hutan berkelanjutan, serta koordinasi di tingkat nasional hingga tapak.

Direktur Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Eva Famurianty, mengatakan program di Kaltim dirancang agar pendanaan tidak hanya mendukung pengurangan emisi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kaltim adalah salah satu wilayah paling strategis dalam upaya menjaga keseimbangan iklim nasional. Dengan hutan yang masih luas sekaligus tekanan pembangunan yang tinggi, diperlukan pendekatan yang menyatukan perlindungan alam dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Eva.

Program yang berlangsung selama 36 bulan sejak 1 Oktober 2026 itu mencakup rehabilitasi hutan dan lahan, pengembangan Kampung Iklim, pemberdayaan kelompok perempuan dan generasi muda, pengendalian kebakaran hutan dan lahan, serta konservasi keanekaragaman hayati.

Dari sisi anggaran, Rp32,6 miliar atau 44,55 persen dialokasikan untuk penguatan masyarakat, termasuk kelompok perempuan, generasi muda, Kampung Iklim, dan masyarakat hukum adat. Sementara itu, perlindungan lingkungan hidup, hutan, dan lahan basah mendapat alokasi Rp14,5 miliar atau 19,80 persen.

Adapun sisa anggaran sebesar Rp26,1 miliar digunakan untuk penguatan tata kelola, inventarisasi gas rumah kaca, konservasi keanekaragaman hayati, serta operasional program.

Ujang menyebut salah satu tantangan pelaksanaan program adalah kemungkinan adanya penolakan dari masyarakat. Untuk mengantisipasi hal tersebut, tim pelaksana menyiapkan mekanisme pengamanan sosial dan lingkungan (*safeguard*), serta proses pemberitahuan dan persetujuan di awal tanpa paksaan atau *Free, Prior and Informed Consent* (FPIC).

Melalui mekanisme koordinasi dan evaluasi, pemerintah akan mengidentifikasi persoalan yang muncul di lapangan dan menentukan langkah penanganannya. Ujang menegaskan, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari serapan anggaran.

“Ukuran kami bukan hanya apakah Rp73 miliar terserap 100 persen, tetapi apakah masyarakat mendapatkan dampak positif dari program ini,” katanya.

Ujang juga memastikan pelaksanaan RBP GCF dipisahkan dari program FCPF dan sumber pendanaan lain, seperti Dana Bagi Hasil Dana Reboisasi (DBHDR), agar tidak terjadi tumpang tindih kegiatan maupun penerima manfaat.

Pemisahan dilakukan sejak tahap perencanaan, termasuk menentukan desa yang menerima manfaat dari masing-masing program. Menurutnya, langkah tersebut penting agar penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan dan seluruh kegiatan berjalan sesuai lokasi serta sasaran yang telah ditetapkan.

Delapan daerah menjadi sasaran program RBP GCF di Kaltim. Sementara itu, Balikpapan dan Bontang belum masuk dalam daftar penerima. Ujang menjelaskan, Balikpapan telah memperoleh dukungan pendanaan cukup besar dari DBHDR melalui UPTD KPH Balikpapan. Adapun usulan masyarakat adat dari Bontang masih perlu diverifikasi di lapangan.

Pemerintah berharap program ini dapat memperkuat perlindungan hutan sekaligus memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan begitu, manfaat pendanaan tidak hanya terlihat dari kegiatan rehabilitasi, tetapi juga dari peningkatan kapasitas dan kesejahteraan kelompok masyarakat yang terlibat.

Ekonomi Program RBP REDD+ GCF Ujang Rachmad
Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Threads Copy Link
Previous ArticleDorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah, JWC 2026 BCA Syariah Sisipkan Hadiah Rp36 Juta
Telah dibaca : 648 Kali.
Ira Nur Ajijah

Related Posts

Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah, JWC 2026 BCA Syariah Sisipkan Hadiah Rp36 Juta
Telah dibaca : 648 Kali.

1 Oktober 2026

Kaltim Mulai Program REDD+GCF Rp73,2 Miliar, 64 Persen Dana Diarahkan untuk Masyarakat dan Lingkungan
Telah dibaca : 652 Kali.

1 Oktober 2026

Target Pendapatan Kaltim Dikoreksi, PBB-KB Tak Capai Target
Telah dibaca : 657 Kali.

30 September 2026

Comments are closed.

@narasi.co
BERITA TERBARU

Kaltim Dapat Rp73 Miliar Dana REDD+GCF, 44 Persen untuk Pemberdayaan Masyarakat
Telah dibaca : 656 Kali.

Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah, JWC 2026 BCA Syariah Sisipkan Hadiah Rp36 Juta
Telah dibaca : 648 Kali.

Kaltim Mulai Program REDD+GCF Rp73,2 Miliar, 64 Persen Dana Diarahkan untuk Masyarakat dan Lingkungan
Telah dibaca : 652 Kali.

Abdunnur Unggul di Penyaringan, Rudianto Justru Menang di Pilrek, Begini Mekanismenya
Telah dibaca : 649 Kali.

Raperda APBD Perubahan Samarinda 2026 Disepakati Rp3,75 Triliun
Telah dibaca : 657 Kali.

  • Facebook
  • Twitter
  • Instagram
  • Pinterest
Don't Miss
Kaltim Dapat Rp73 Miliar Dana REDD+GCF, 44 Persen untuk Pemberdayaan Masyarakat
Telah dibaca : 656 Kali.
Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah, JWC 2026 BCA Syariah Sisipkan Hadiah Rp36 Juta
Telah dibaca : 648 Kali.
Kaltim Mulai Program REDD+GCF Rp73,2 Miliar, 64 Persen Dana Diarahkan untuk Masyarakat dan Lingkungan
Telah dibaca : 652 Kali.
Abdunnur Unggul di Penyaringan, Rudianto Justru Menang di Pilrek, Begini Mekanismenya
Telah dibaca : 649 Kali.
Demo
Top Posts

Pengaruh Media Massa Terhadap Integrasi Nasional
Telah dibaca : 4.871 Kali.

8 Maret 20233,839 Views

Pemprov Kaltim Siap Masukkan Mahasiswa UT Samarinda dalam Skema Bantuan Pendidikan Gratispol
Telah dibaca : 6.303 Kali.

2 Juli 20253,470 Views

Peran Pendidikan dalam Mewujudkan Integrasi Nasional
Telah dibaca : 5.563 Kali.

8 Maret 20233,366 Views

Tertarik Berinvestasi di Kaltim, Pengusaha Tiongkok Butuh Lahan 1.000 Hektare
Telah dibaca : 1.517 Kali.

20 Juni 20243,330 Views
Don't Miss
Ekonomi 1 Oktober 2026

Kaltim Dapat Rp73 Miliar Dana REDD+GCF, 44 Persen untuk Pemberdayaan Masyarakat
Telah dibaca : 656 Kali.

SAMARINDA: Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat alokasi pendanaan sekitar Rp73 miliar atau 4,691 juta dolar AS…

Dorong Jurnalis Angkat Cerita Inspiratif Ekonomi Syariah, JWC 2026 BCA Syariah Sisipkan Hadiah Rp36 Juta
Telah dibaca : 648 Kali.

Kaltim Mulai Program REDD+GCF Rp73,2 Miliar, 64 Persen Dana Diarahkan untuk Masyarakat dan Lingkungan
Telah dibaca : 652 Kali.

Abdunnur Unggul di Penyaringan, Rudianto Justru Menang di Pilrek, Begini Mekanismenya
Telah dibaca : 649 Kali.

Stay In Touch
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from SmartMag about art & design.

Demo
© 2026 Narasi.co | PT. Media Narasi Indonesia - Anggota Jaringan Media Siber Indonesia.
  • Redaksi
  • Pedoman
  • Kode Etik

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.