Samarinda – Gubernur Kaltim H Isran Noor menyerahkan bantuan berupa santunan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) kepada anak yatim, piatu dan yatim piatu yang orang tuanya meninggal akibat terpapar virus Covid-19.

Munir Rudiono, kakek dari salah satu anak yatim piatu yang hadir dalam penyerahan santunan tersebut menyampaikan terima kasihnya kepada Pemprov Kaltim atas perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat terdampak Covid-19, khususnya anak-anak yatim piatu seperti cucunya.
“Alhamdulillah sangat berterima kasih. Paling tidak ada perhatian. Jadi dari situ kita nggak merasa terabaikan di tengah pandemi ini,” ujar Munir di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (23/8/2021).
Cucu Munir yang ditinggal kedua orang tuanya bernama Alita Ayudia Inara (3 tahun) dan Danis Faisa Rahila (8 tahun).
Ia menjelaskan, ibu korban sebelumnya memang memiliki penyakit bawaan yaitu asma. Ibu korban sebelumnya berniat untuk resign dari pekerjaannya karena ingin fokus merawat dan membimbing anak-anaknya sehingga ia harus menyelesaikan administrasi terlebih dahulu.
“Mungkin kecapean. Karena kecapean itu dia merasa nggak enak badan terus asmanya kambuh. Awalnya seperti itu,” jelas Munir mengisahkan.
“Cuma kemarin itu tiga sampai empat hari kok nggak sembuh, padahal biasanya sehari semalam saja hilang dengan sendirinya,” sambungnya.
Dilanjutnya, ibu korban akhirnya dibawa ke Rumah Sakit AWS karena sudah empat hari tidak mau makan.
“Katanya waktu itu nggak enak makan, nggak ada rasa, setiap makan muntah, dibawa ke sana (RS AWS) ternyata positif,” terangnya.
Munir mengatakan ibu korban meninggal setelah dirawat selama lima hari, kemudian selang lima hari sang ayah menyusul.
Setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya, Alita dan Danis dirawat oleh kakeknya yang beralamat di Jalan Rajawali Dalam 3, Nomor 58 RT 10.
Munir menyebut Alita masih belum paham karena baru berusia 3 tahun, sedangkan Danis, sang kakak yang berusia 8 tahun masih sering mengigau dan menanyakan ayah dan bundanya.
“Kelihatan ini belum pulih psikisnya. Padahal sudah beberapa kali psikolog datang ke rumah,” tuturnya.
Munir mengatakan bantuan berupa uang Rp 2 juta dari Pemprov Kaltim ini nantinya akan ditabung dan dipergunakan untuk masa depan cucunya.
Dia juga sangat berharap kedua cucunya dapat hidup normal dengan dukungan pemerintah dan masyarakat terutama di lingkungan mereka.

