By Febiana
Samarinda – Dalam rangka Dies Natalis ke-34 Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) hari ini menggelar vaksinasi dengan jenis Pfizer. Kuota yang disediakan sebanyak 2.000 dosis. Pendaftaran dibuka mulai hari Senin-Sabtu secara online.

Wakil Direktur 2 Bidang Umum dan Keuangan sekaligus Ketua Satgas Covid-19 Polnes Dedi Irawan menuturkan bahwa vaksinasi yang dilaksanakan ini merupakan vaksinasi jilid dua untuk dosis pertama. Untuk vaksinasi jilid satu dosis pertama sudah berjalan seminggu yang lalu dengan jenis AstraZeneca. Pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda.
“Sebelumnya kita sudah melakukan vaksinasi seminggu yang lalu dengan menyediakan 1.500 dosis dan jenisnya AstraZeneca. Nah sekarang ini vaksin kedua dosis pertama ada 2.000 dosis dengan jenis Pfizer. Pendaftaranya kita buka mulai hari Senin untuk mahasiswa dan pada hari Jumat untuk umum,” tutur Dedi Irawan, Minggu (10/10/2021).
Sementara itu Dedi Irawan mengatakan pihaknya juga membuka pendaftaran secara on the spot (langsung di tempat) bagi masyarakat umum yang belum mendaftar secara online.
“Jadi jam 12:00 kita buka secara on the spot untuk yang belum datar online bisa langsung daftar. Kami sengaja menyediakan sekitar 150 sampai 200 dosis bagi yang belum mendaftar secara online dan kami berjaga-jaga siapa yang sudah mendaftar tetapi tidak datang sesuai jam yang sudah ditentukan,” jelas Dedi Irawan saat memberikan informasi kepada awak media di halaman Auditorium Polnes, Jalan Cipto Mangun Kusomo, Kecamatan Samarinda Seberang.
Ia juga menambahkan terkait vaksinasi AstraZeneca jilid pertama yang menimbulkan banyak resistensi dari masyarakat umum, Dedi mengaku bahwa jenis vaksin tersebut tidak ada masalah bahkan sudah dikuatkan dengan fatwa MUI.
“Kita sudah melakukan sosialisasi mulai dari merekam imbauan Wakil Direktur 3. Saya selaku Wakil Direktur 2 dan Ustaz Abdul Rahman selaku dosen agama di Polnes dan kebetulan beliau juga anggota Fatwa MUI Kalimantan Timur, jadi masyarakat paham bahwa dalam kondisi ini diperbolehkan,” pungkasnya.

