BONTANG : Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM), mewakili Pemerintah Kota Bontang akan kembali melakukan pengundian lapak dagang Pasar tradisional Taman Rawa Indah (Tamrin).
Dengan pengundian tersebut, pihaknya akan kembali melakukan pengaturan pasar, di mana lantai 1 dan 2 yang selama ini di gunakan untuk berbagai jenis dagangan akan dikhususkan untuk jualan sembako dan kebutuhan pokok lainnya.
“Kita akan undi ulang lantai 1 dan 2 khusus untuk sembako,,” ungkap Kepala Diskop UMKM Bontang Kamilan kepada Narasi.co, Rabu (4/01/2023), seraya menambahkan, pengundian tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum pengadaan lift di Pasar Tamrin.
Menurut Kamilan, saat ini masih sekitar 670 kios tidak digunakan. Sementara yang aktif baru 700 kios. Akan kondisi ini harapnya, para pedagang yang sudah terdaftar sebelumnya bisa kembali aktif sebab pemerintah kota tengah berupaya untuk melengkapi fasilitas pasar.
Sementara itu disinggung terkait sewa lapak/ kios di Pasar Tamrin, ia mengatakan, hal tersebut adalah ilegal karena bangunan tersebut merupakan milik pemerintah yang boleh di perdagangkan. Maka untuk mensterilkan pasar tersebut adalah dengan melakukan pengundian kembali.
“Tidak bisa, maka ini harus di sterilkan kembali. Lantai 1 dan 2 khusus untuk sembako tidak ada untuk pakaian dan sebagainya,” jelas Kamilan.
Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama DPRD Bontang, Selasa (3/01/2023), Kamilan mengatakan penertiban pedagang di Jalan KS Tubun II juga di maksudkan agar pedagang bisa menempati Pasar Tamrin.
Ia pun melaporkan jika selama peringatan yang dilakukan oleh pihaknya, baru sekitar 50-an pedagang yang mengindahkan Perda Kota Bontang No.3 Tahun 2020 dan Peraturan Daerah Kota Bontang No.7 Tahun 2012.
“Awalnya kami sudah melakukan sosialisasi dan melalui surat peringatan. Kala itu ada sekitar 172 pedagang yang berjualan diatas trotoar. Berlanjut ke peringatan kedua masih sekitar 157 pedagang yang belum mundur dari garis merah. Sementara di peringatan ke tiga masih 122 perdagang juga yang belum mundur,” tuturnya.
Akan hal ini, ia mengatakan pihaknya akan bertindak tegas terhadap pedagang yang enggan beranjak dari trotoar. Pemerintah pun telah menyiapkan solusi akan tindakannya, yakni dengan menyiapkan fasilitas khusus untuk pasar.
“Kan cuma 150 pedagang, mereka bisa berjualan di dalam gedung. Tidak ada alasan sepi pembeli. Kami juga akan siapkan lift bulan ini,” tandasnya

