SAMARINDA: Wali Kota Samarinda Andi Harun menjanjikan bonus bagi atlet kontingen Samarinda yang berhasil meraih juara dalam Pekan Olahraga Wartawan Daerah (Porwada) IV Kalimantan Timur (Kaltim) di Balikpapan, 4–5 November 2026.
Janji tersebut disampaikan Andi Harun saat melepas kontingen Samarinda di halaman Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim, Selasa sore, 3 November 2026.
Meski belum menyebutkan besaran bonus, ia berharap para peserta dapat mengikuti pertandingan dengan semangat dan tetap menjaga kesehatan.
“Selamat berangkat, jaga kesehatan, jaga istirahat, dan di perjalanan. Ikuti dengan banyak kegembiraan. Kadang-kadang dengan santai dan gembira nanti juaranya bonus itu. Insyaallah kalau ada yang dapat juara saya kasih bonus,” kata Andi Harun.
Ia mengingatkan para peserta agar tidak terlalu terbebani dengan target kemenangan. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan harus menjadi prioritas selama mengikuti pertandingan hingga kembali ke Samarinda.
Terkait persiapan Porwanas 2027, Andi Harun menyatakan siap memberikan kontribusi agar wartawan Kaltim tetap dapat mengirimkan perwakilan ke ajang nasional tersebut.
Dukungan itu disampaikan menyusul adanya kendala anggaran yang membuat keikutsertaan kontingen Kaltim terancam.
“Kalau PWI mau ikut walaupun dalam keadaan terbatas, saya insyaallah akan ikut memberi kontribusi agar ada yang berangkat. Daripada sama sekali kita enggak ikut, setidak-tidaknya PWI Kaltim itu tetap bisa tampil di tingkat nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWI Kaltim Abdurrahman Amin menyebutkan, Porwada merupakan bagian dari komitmen kepengurusan PWI Kaltim untuk menyelenggarakan ajang olahraga wartawan setiap tahun. Tahun ini menjadi pelaksanaan keempat kegiatan tersebut.
Selain itu, Porwoda juga menjadi salah satu upaya mempersiapkan wartawan Kaltim agar mampu meningkatkan prestasi pada Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas). Capaian kontingen Kaltim dalam beberapa pelaksanaan Porwanas sebelumnya disebut terus meningkat, baik dari perolehan medali maupun posisi klasemen.
Namun, Abdurrahman mengungkapkan adanya kendala anggaran untuk keikutsertaan kontingen Kaltim pada Porwanas 2027 yang dijadwalkan berlangsung di Bandar Lampung pada April mendatang.
Menurutnya, anggaran yang telah diusulkan melalui Pemerintah Provinsi Kaltim dalam pembahasan perubahan anggaran justru dicoret. Kondisi tersebut membuat keikutsertaan kontingen Kaltim di ajang nasional itu terancam.
Meski demikian, ia berharap dukungan berbagai pihak tetap terbuka agar wartawan Kaltim dapat berpartisipasi dalam Porwanas 2027.
“Daripada sama sekali tidak ikut, walaupun tidak dengan kontingen penuh, setidak-tidaknya PWI Kaltim tetap bisa berangkat dan membawa nama daerah di tingkat nasional,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan peserta Porwada agar tidak mengabaikan keselamatan selama bertanding. Dia menegaskan, para wartawan bukan atlet profesional sehingga kondisi fisik harus menjadi perhatian utama.
“Kita punya semboyan tidak ada nyawa seharga berita, kita juga punya semboyan tidak ada medali seharga nyawa. Jadi, kita harus mengutamakan diri kita dulu,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Kerja (Pokja) PWI Samarinda Sardiman menyampaikan, kontingen Samarinda mengirimkan total 70 orang untuk mengikuti Porwada IV Kaltim. Jumlah tersebut menjadi salah satu kontingen terbesar dari sembilan kabupaten/kota yang berpartisipasi.
Ia menjelaskan, wartawan yang mengikuti ajang tersebut diwajibkan telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Persyaratan itu menjadi bagian dari perhatian PWI terhadap kualitas profesionalisme sekaligus kesehatan peserta.
Sardiman berharap kontingen Samarinda dapat mempertahankan prestasi yang telah diraih dalam beberapa penyelenggaraan sebelumnya. Dia menyebut Pokja PWI Samarinda pernah meraih gelar juara umum pada 2022, serta menempati posisi teratas pada penyelenggaraan 2023, 2024, dan 2025.
Dengan kekuatan 70 peserta, dia optimistis kontingen Samarinda dapat kembali bersaing dalam Porwada tahun ini. Meski demikian, dia mengingatkan seluruh peserta agar tetap menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri saat bertanding.

