SAMARINDA: Aparat gabungan memukul mundur massa Aksi 214 di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Selasa, 21 April 2026 petang, setelah demonstran bertahan hingga melewati batas waktu yang ditentukan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar pukul 18.29 WITA petugas bergerak maju setelah menerima instruksi dari pimpinan pengamanan.
Sebelum pembubaran dilakukan, aparat lebih dulu memberikan peringatan melalui pengeras suara agar massa membubarkan diri secara tertib.
“Kami minta massa aksi segera membubarkan diri. Kami akan menghitung mundur. Sepuluh, sembilan, delapan…,” terdengar instruksi petugas di lokasi.
Namun, karena peringatan tersebut tidak diindahkan, aparat akhirnya mengambil langkah lanjutan.
Pasukan pengamanan bergerak secara bertahap mendekati massa dengan formasi terkoordinasi. Komando penggunaan kendaraan taktis pun terdengar jelas di lapangan.
“Water cannon maju. Dorong massa secara bertahap,” ujar petugas.
Tak lama berselang, kendaraan water cannon mulai menyemprotkan air ke arah kerumunan demonstran.
Langkah ini dilakukan untuk membubarkan massa dan mendorong mereka menjauh dari kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Barisan aparat yang sebelumnya bertahan di depan pagar kantor gubernur tampak maju perlahan, diikuti dorongan terhadap massa yang mulai mundur secara bertahap.
Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian demonstrasi yang digelar oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim.
Sejak siang hari, ribuan massa telah memadati sejumlah titik di Samarinda, termasuk Gedung DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur.
Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan berbagai tuntutan kepada pemerintah daerah, mulai dari evaluasi kebijakan hingga isu tata kelola pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih bersiaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap terkendali pascapembubaran massa.

