SAMARINDA: Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mulai merumuskan strategi pembinaan atlet untuk mengejar target menembus tiga besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028 di Nusa Tenggara Barat (NTB) – Nusa Tenggara Timur (NTT).
Plt Kepala Dispora Kaltim Muhammad Faisal menegaskan bahwa persiapan harus dimulai lebih awal dan dilakukan secara terukur.
Salah satu langkah penting ialah memastikan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) tetap digelar pada 2026 sebagai ajang pemetaan talenta atlet Kaltim.
“Sementara target kita Porprov tetap 2026 supaya nanti kalau 2027 ada Pra PON, kita sudah siap. Termasuk untuk mengejar target juara umum nasional minimal tiga besar, berarti kita harus persiapan minimal satu tahun dan harus selektif,” ujar Faisal saat diwawancarai usai acara penyerahan penghargaan olahragawan berprestasi di Aula Kantor Dispora Kaltim, Kamis 27 November 2025.
Ia menyebut telah berdiskusi dengan KONI Kaltim mengenai arah pembinaan jangka panjang tersebut. Dispora berencana menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama KONI dalam waktu dekat untuk menyatukan strategi menuju PON 2028.
“Saya sudah bicara juga dengan KONI soal ini. Mudah-mudahan segera kita buatkan FGD bagaimana Kaltim menuju tiga besar nasional bersama KONI.”
Faisal yang juga Kadiskominfo Kaltim menegaskan bahwa terbatasnya anggaran harus disiasati dengan strategi yang lebih selektif. Setiap cabang olahraga (cabor) akan dievaluasi berdasarkan potensi perolehan medali.
“Kita suka tidak suka harus selektif dengan cabor yang potensi menghasilkan. Kita tidak bisa pilih atlet banyak-banyak, tapi pilih atlet yang benar-benar bisa emas,” tegasnya.
Dispora bersama KONI akan menerapkan sistem pemeringkatan atau grading untuk memetakan potensi atlet: Grade 1 (Atlet yang berpeluang kuat meraih emas), Grade 2 (Atlet dalam tahap kritikal atau transisi menuju level elite) dan Grade 3 (Atlet binaan jangka panjang).
Faisal menyebut penilaian teknis akan sepenuhnya mengacu pada rekomendasi KONI, karena lembaga tersebut lebih memahami kondisi riil atlet dan peta kekuatan setiap cabor.
“Itu harus dengan kawan-kawan KONI karena kami tidak memahami secara teknis soal itu.”
Sebelumnya, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meminta Dispora harus lebih serius dalam mempersiapkan talenta muda Kaltim agar mampu bersaing di level nasional.
“Khusus Kadispora harus mempersiapkan talenta-talenta ini karena banyak sekali talenta berbakat. Pokoknya tugas Pak Kadis bagaimana kita juara umum di PON yang akan datang,” tegas Gubernur Rudy dalam arahannya.
Gubernur Rudy menyebut Kaltim memiliki modal besar baik talenta atlet maupun ekosistem olahraga yang harus dimaksimalkan melalui pembinaan yang disiplin, terukur, dan berbasis prestasi.

