BALIKPAPAN : Kepala Badan Pengelola Rumah Layak Huni (BPRLH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Muhammad Taufik Fauzi mengungkapkan berdasarkan Rencana Pembangunan Daerah (RPD) 2024-2026, target pengurangan kemiskinan adalah dari 6 persen menjadi 5,8 persen.
Ia menyebut, pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sehingga program yang menjadi prioritas utama daerah ini diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Kaltim secara signifikan.
“Kami berharap target ini dapat tercapai melalui sinergi program ini. Masih ada 6 persen masyarakat miskin di Kaltim yang perlu kami bantu lebih maksimal,” ujarnya pada Rapat Kerja Percepatan Pencapaian Pembangunan RLH di Hotel Platinum Balikpapan, Rabu (20/11/2024).
Pemerintah Provinsi Kaltim pun mengapresiasi tinggi perusahaan – perusahaan yang beroperasi di Kaltim atas komitmennya dalam mendukung dan melaksanakan pembangunan RLH melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Ini sesuai dengan Peraturan Gubernur Kaltim Nomor 27 Tahun 2021 yang mengatur Pelaksanaan Program Prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan serta Program Kemitraan dan Bina Lingkungan,” sebutnya.
Taufik mengungkapkan, program pembangunan RLH telah berjalan sejak tahun 2022 dan dikelola oleh Badan Pengelola Rumah Layak Huni (RLH) Provinsi Kaltim yang bekerja sama dengan berbagai perusahaan yang beroperasi di Kaltim.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah dan perusahaan merupakan bentuk komitmen kuat dalam mengatasi masalah perumahan dan kemiskinan.
“Alhamdulillah, perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kaltim berperan aktif membantu masyarakat miskin melalui program CSR-nya,” tuturnya.
Ia menambahkan, tercatat total dana yang masuk ke Kodam mencapai sekitar Rp39 miliar dan telah digunakan untuk membangun 346 unit rumah layak huni di 10 kabupaten/kota. Namun, masih terdapat 28 unit yang belum terealisasi, yakni 25 unit dari PT Ganda Alam Makmur dan 3 unit dari PT Berau Coal.
“Insyaallah dalam waktu dekat, 25 unit dari PT Ganda Alam Makmur akan dibangun di Kabupaten Kutai Timur dan 3 unit di Kabupaten Berau,” harapnya.
Salah satu perwakilan perusahaan yang berpartisipasi aktif dari PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), Suryadi menyampaikan PT PKT berkomitmen untuk mengentaskan kemiskinan melalui program bedah rumah yang rutin dilaksanakan setiap tahun sejak 2020.
“Program ini bertujuan untuk memperlayak hunian di dua kelurahan terdekat dari perusahaan. Adanya program RLH dari Pemerintah Provinsi Kaltim, kami sangat terbantu dalam pengumpulan data dan pelaksanaan di lapangan,” ungkapnya.
Ia pun berharap Pupuk Kaltim tetap dapat bersinergi dan berkolaborasi dalam program ini ke depannya untuk membantu lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.(*)

