SAMARINDA: Aliansi mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan kesiapan penuh untuk menggelar aksi unjuk rasa pada 21 April 2026 di Samarinda.
Jenderal lapangan aksi, Kamarul Azwan, mengungkapkan bahwa konsolidasi telah dilakukan secara intensif lintas kampus, baik di Samarinda maupun Kutai Kartanegara (Kukar).
“Komunikasi terus berjalan dan kami sudah melakukan konsolidasi internal di masing-masing kampus. Untuk tanggal 21 April ini kami siap aksi,” ujarnya, Minggu, 19 April 2026.
Sejumlah kampus yang terlibat dalam aksi ini di antaranya Universitas Mulawarman, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Universitas Balikpapan (Uniba), serta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).
Dari hasil konsolidasi tersebut, jumlah massa aksi diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.500 mahasiswa, di luar potensi tambahan massa dari elemen masyarakat lainnya.
Aksi rencananya akan dipusatkan di dua titik, yakni Gedung DPRD Kalimantan Timur dan Kantor Gubernur Kaltim.
Massa akan terlebih dahulu berkumpul di DPRD sebelum bergerak menuju kantor gubernur.
Di DPRD, mahasiswa akan menyampaikan tuntutan utama, termasuk mendorong penggunaan hak angket serta meminta komitmen wakil rakyat melalui pakta integritas untuk mengaudit kinerja pemerintah.
“Di DPRD kami akan meminta kesepakatan berupa pakta integritas untuk mendorong hak angket dan mengaudit kinerja pemerintah,” jelas Kamarul.
Setelah itu, massa akan melanjutkan aksi ke Kantor Gubernur untuk menyuarakan aspirasi terkait kebijakan pemerintah daerah.
Menanggapi pengamanan yang dilakukan aparat, termasuk pemasangan kawat berduri di sekitar kawasan kantor pemerintahan, Kamarul menilai langkah tersebut berlebihan.
“Saya pikir terlalu berlebihan. Yang dipagarin ini kan untuk rakyat, sementara kita ini bagian dari masyarakat itu sendiri,” katanya.
Meski demikian, ia memastikan aksi akan berlangsung tertib selama tuntutan mahasiswa mendapat respons yang baik dari pihak terkait.
“Kalau tuntutan kami dipenuhi, kami tidak akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak ragu dalam menyampaikan aspirasi secara terbuka, dengan jaminan aksi akan berjalan aman dan terkendali.
“Silakan masyarakat menyuarakan aspirasinya. Kami pastikan aksi berjalan aman, yang penting mengikuti komando di lapangan,” pungkasnya.

