SAMARINDA: Aparat gabungan menyiapkan sebanyak 1.897 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Kota Samarinda.

Kepala Bidang Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kalimantan Timur (Kaltim), Edwin Noviansyah Rachim, mengatakan pengamanan dilakukan melalui sinergi lintas instansi, melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, serta unsur relawan.
Selain menyiagakan personel, aparat juga memperkuat pengamanan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim, termasuk dengan pemasangan kawat berduri di sekitar area perkantoran.
“Ini sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tindakan anarkis, meskipun itu tidak kita harapkan,” ujarnya, Senin, 20 April 2026.
Menurut Edwin, langkah tersebut dilakukan untuk melindungi aset dan objek vital pemerintah selama aksi berlangsung.
Ia menegaskan, masyarakat tetap dipersilakan menyampaikan aspirasi sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap menjaga ketertiban umum.
“Silakan menyampaikan aspirasi, itu diatur dalam undang-undang, tapi tetap harus menjaga ketertiban dan kondusivitas,” katanya.
Dalam pengamanan tersebut, Satpol PP Kaltim menurunkan 185 personel yang ditempatkan di ring 3 dengan fokus pengamanan aset.
Pengamanan juga diperkuat oleh bantuan kendali operasi (BKO) dari Satpol PP Kota Samarinda sebanyak 150 personel.
Fokus pengamanan dipusatkan di kawasan Kantor Gubernur Kaltim yang dinilai lebih membutuhkan penguatan dibandingkan titik lainnya seperti Gedung DPRD Kaltim.
“Kalau fokus paling banyak di kantor gubernur. Kalau DPRD kita lihat sistem pengamanannya sudah cukup kokoh,” ujarnya.
Untuk mengantisipasi potensi kericuhan, aparat juga telah menggelar simulasi pengamanan pada 19 April 2026.
Jika terjadi gangguan, penanganan akan dilakukan sesuai prosedur oleh aparat TNI dan Polri.
Sebagai bagian dari kesiapan akhir, aparat gabungan juga dijadwalkan menggelar apel pasukan pada Senin, 20 April 2026, pukul 16.00 WITA di Lapangan GOR Segiri Samarinda yang dipimpin oleh Polda Kaltim.
Edwin kembali mengimbau masyarakat agar menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
“Kami harap masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai, tidak anarkis, serta bersama-sama menjaga kondusivitas kota kita,” pungkasnya.

