SAMARINDA: Jika kita merujuk kepada negara-negara maju terdekat, seperti Singapura, Korea Selatan, Tiongkok, hal yang paling mereka prioritaskan adalah keunggulan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui proses pendidikan dari jenjang terbawah.
Hal itu diungkapkan Wali Kota Samarinda Andi Harun dalam sambutan pada acara Groundbreaking atau Peletakan Batu Pertama Sekolah Maitreyawira di Jalan D.I Pandjaitan Samarinda, Minggu (19/11/2023).
“Saat ini yang perlu kita lakukan adalah mempersiapkan generasi muda untuk menjadi sumber daya yang unggul, baik untuk Kalimantan Timur, dan lebih khusus untuk kota Samarinda,” ungkapnya.
“Dan pembangunan sekolah ini merupakan langkah konkret yang diinisiasi oleh Ketua Yayasan Maitreyawira berserta jajaran untuk membangun Samarinda lebih maju melalui sektor pendidikan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Andi Harun mengingatkan bahwa Indonesia akan mendapatkan bonus demografi dengan impian “Indonesia Emas 2045”.
“Saya ingin mengingatkan bahwa Indonesia akan diuntungkan dengan usia produktif pada tahun 2030-an, ini harus disiapkan, karena percuma kalau usia produktifnya banyak, tapi kualitas tidak ada,” jelasnya.
“Karena kita ini harusnya malu, kalau kita lihat negara lain, Sumber Daya Alam (SDA) mereka tidak semelimpah kita. Korea, mereka tidak punya batu bara, sawit dan lainnya, tapi mereka mampu maju. Sebab SDM mereka unggul,” lanjutnya dengan tegas.
Orang nomor satu di Kota Samarinda ini berharap dengan adanya Sekolah Maitreyawira ini, akan memicu pihak lain untuk ikut terlibat dalam menyongsong SDM Samarinda yang berkualitas baik akademik maupun non-akademiknya.
Dalam sesi lain, Pimpinan Maha Vihara Sejahtera Maitreyawira Sejahtera Budhis Center Samarinda, Romo Pandita Hendri Suwito, menjelaskan bahwa misi sekolah ini adalah menghargai, mengangkat harkat dan martabat diri.
“Motto sekolah ini adalah antusias, ramah dan penuh kasih. Menjunjung tinggi nilai kehidupan, mencintai alam semesta, dan menciptakan dunia satu keluarga,” ungkapnya.
Sekolah ini akan dibangun diatas tanah seluas 1,1 hektare, dengan perencanaan bangunan 4 tingkat serta mampu menampung 2008 siswa dari jenjang TK-SMA.
“Sekolah ini terbuka untuk siapapun, dari agama manapun. Kami tidak ingin menjadikan sekolah ini sekolah yang tertutup dari budaya luar, tetapi menjadikan sekolah ini wadah bersama kita semua,” jelasnya.
“Dan keunggulan sekolah ini, kami mewajibkan anak-anak yang nanti bersekolah disini untuk menerima bekal dari yang kami sediakan. Pastinya makanan yang bergizi dengan sayuran dan sebagainya,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Hendri Suwito memaparkan fokus sekolah ini dengan membangun Galeri Peradaban Dunia Satu Keluarga, yang diperkuat dengan empat pilar. Moralitas, peradaban, budaya, dan konsep nilai hidup.
Diperkirakan sekolah ini akan rampung pada tahun 2027 dengan melibatkan SDM dari universitas lokal seperti Universitas Mulawarman. (*)

