SAMARINDA: Wali Kota Samarinda Andi Harun memastikan kerusakan fasilitas publik di kawasan Teras Samarinda pasca aksi unjuk rasa 21 April (214) tergolong sangat minim.
Bahkan, biaya perbaikan diperkirakan tidak lebih dari Rp10 juta.
Hal itu disampaikan Andi Harun usai melakukan peninjauan langsung bersama jajaran Pemerintah Kota Samarinda di kawasan Teras Samarinda, Rabu sore 22 April 2026.
“Kalau dihitung-hitung, mungkin hanya sekitar Rp10 jutaan. Jadi tidak signifikan. Ini luar biasa,” ujarnya.
Seperti diketahui, Aksi 214 berlangsung di depan Halaman Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gadjah Mada tepat di sekitaran Teras Samarinda yang melibatkan kurang lebih 4000 massa.
Menurut Andi Harun, pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi potensi kerusakan mengingat jumlah massa yang mencapai ribuan orang.
Namun, hasil pemantauan justru menunjukkan kondisi yang cukup mengejutkan.
“Kami sudah siap-siap, kira-kira kerusakan apa saja. Tapi ternyata hari ini kita dibuat surprise, karena tidak ada kerusakan yang menonjol,” jelasnya.
Ia menegaskan, kerusakan yang terjadi hanya bersifat minor dan dapat segera diperbaiki dalam waktu singkat sekitar sepekan dan dipastikan kembali seperti semula.
Beberapa titik yang mengalami kerusakan di antaranya pagar di kawasan Teras Samarinda tahap dua serta bagian lantai dan barrier yang mengalami kerusakan ringan serta tanaman.
“Untuk pagar yang rusak, hari ini sudah mulai dikerjakan. Sementara untuk lantai dan besi-besi barrier, sudah kami arahkan ke UPTD untuk mulai perbaikan besok,” ujarnya.
Andi Harun menilai kondisi ini mencerminkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas publik, meskipun aksi melibatkan ribuan orang.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali fokus pada aktivitas pembangunan dan menjaga persatuan.
“Ayo kembali kita kerja masing-masing. Kita tidak perlu terjebak dalam polarisasi. Kita jaga Samarinda bersama, kita pelihara, dan kita perkuat persaudaraan kita,” tegasnya.
Andi Harun juga berharap peran media tetap menjaga situasi tetap kondusif di tengah dinamika sosial yang terjadi.
“Kami berharap teman-teman media juga ikut menjaga agar masyarakat tidak terbelah, dan terus memperkuat persatuan di Kota Samarinda,” ucapnya.
Ia menambahkan, seluruh pihak memiliki tanggung jawab bersama dalam menjaga kota.
Pemerintah Kota Samarinda menargetkan seluruh perbaikan rampung dalam waktu kurang dari satu pekan, sehingga kawasan Teras Samarinda dapat kembali digunakan secara normal oleh masyarakat.

